Kepala BRR Keluhkan SMS Tak Dibalas Kepala BPN

Kepala BRR Keluhkan SMS Tak Dibalas Kepala BPN

- detikNews
Sabtu, 09 Des 2006 13:32 WIB
Jakarta - Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Kuntoro Mangkusubroto mengeluhkan dirinya sulit berkoordinasi dengan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyo Winoto.BRR sulit bekerja jika aturan pertanahan khusus Aceh pascabencana tidak segera diselesaikan."Kok rasanya susah ya komunikasi dengan Pak Joyo. SMS nggak dibalas," keluh Kuntoro usai acara tasyakuran dan zikir bersama masyarakat perantau Aceh di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (9/12/2006).Keluhan ini diungkapkan mantan Menteri Pertambangan dan Energi itu menjawab pertanyaan wartawan mengenai target penyelesaian 86.000 rumah bagi korban tsunami di Aceh. Kuntoro khawatir jika tidak segera diselesaikan, permasalahan ini akan menimbulkan masalah yang berkepanjangan.Dijelaskan dia, percepatan penyelesaian aturan tersebut sebenarnya telah dibahas dalam rapat kabinet pada 2 September lalu. Tetapi hingga kini aturan tentang status tanah yang terendam laut dan peralihan hak kepemilikan lahan berikut sertifikasinya yang amat dibutuhkan belum juga terealisasi."Ini menjadi kendala hukum, khususnya untuk pengadaan lahan yang akan digunakan sebagai perumahan kembali bagi para pengungsi korban tsunami," ujarnya.Kuntoro memastikan target pengadaan 86.000 rumah yang dijadwalkan selesai pada kuartal pertama tahun 2007 tidak akan terpenuhi. "Akan ada kelambatan. Sekarang ini telah terbangun 57.000 unit rumah dan sedang dalam proses pembangunan 22.000 unit. Jadi totalnya hanya 79.000," paparnya.Kuntoro meminta BRR dan Pemda NAD tidak menjadi pihak yang disalahkan karena keterlambatan ini. Menurutnya, masalah ini berada di luar kewenangannya."Saya kira ini masalah Jakarta. Bukan masalah tanah (di Aceh). Tapi kalau tidak segera diselesaikan, bisa berlarut-larut. Tidak fair menyalahkan BRR dan Pemda NAD," tandasnya. (bal/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads