Menag Tinjau Pondokan Haji di Makkah

Menag Tinjau Pondokan Haji di Makkah

- detikNews
Jumat, 08 Des 2006 21:41 WIB
Makkah - Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni mengunjungi sejumlah pemondokan jamaah haji di Makkah, Arab Saudi. Kepada sejumlah jamaah, Menag berpesan agar berhati-hati dan menjaga kesehatan selama di Tanah Suci.Maftuh tiba di kantor Penitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah sekitar pukul 11.00 waktu setempat, Jumat (8/12/2006). Dia didampingi Kepala Staf Teknik Urusan Haji di Arab Saudi, Nur Samad Kamba.Pemondokan jamaah haji yang pertama dikunjungi Maftuh adalah pemondokan 106 Sektor 1 di wilayah Syib Amir. Di pemondokan ini Maftuh berkeliling ke berbagai bagian. Dia melihat satu persatu berbagai perlengkapan yang ada di pemondokan yang memang masih terlihat baru itu.Maftuh juga sempat melakukan dialog dengan para jamaah haji asal embarkasi Surabaya yang menempati pemondokan. Maftuh menanyakan kesan dan perasaan jamaah terhadap pondokan tersebut."Alhamdulillah kami senang, di sini tempatnya bagus. Bahkan lebih bagus dari pemondokan di Madinah," ungkap salah seorang jamaah asal Madura.Pemondokan 106 ini memang tergolong mewah dibandingkan sejumlah pemondokan jamaah haji lainnya. Bangunannya masih baru dan kamarnya pun cukup luas. Satu kamar rata-rata ditempati 5 hingga 7 tempat tidur.Dari tempat ini, Maftuh kemudian bergerak ke pemondokan 105 yang jaraknya hanya beberapa meter dari pemondokan 106. Maftuh juga meninjau berbagai fasilitas pemondokan, termasuk kamar-kamar jamaah haji. Pemondokan 105 kondisinya tidak sebaik pemondokan 106. Karena itu harganya pun berbeda, yakni hanya 1900 Reyal. Jadi para jamaah yang menempati pemondokan ini berhak mendapatkan uang pengembalian 100 Reyal.Dari pemondokan 105, rombongan Maftuh bergerak menuju pemondokan 622 di Sektor 7 kawasan Misfalah. Pemondokan ini awalnya adalah sebuah gedung yang biasa digunakan untuk pesta-pesta pernikahan masyarakat setempat. Namun menjelang musim haji, oleh pemiliknya gedung tersebut diubah fungsinya menjadi pemondokan jamaah haji.Dinding kamar di pemondokan ini terbuat dari papan triplek. Luas masing-masing kamar bervariasi antara 2 X 3 meter dan 3 X 4 meter. Satu kamar diisi 4 sampai 9 tempat tidur. Maftuh menilai kondisi tersebut terlalu padat, dia pun meminta kepada petugas untuk mengurangi jumlah tempat tidur di kamar tersebut menjadi maksimal 6 tempat tidur. (fay/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads