Daerahnya Dianggap Bukan Korban Lumpur, Warga Perum TAS Protes
Jumat, 08 Des 2006 15:50 WIB
Sidoarjo -
Warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) I Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo menuntut agar wilayahnya dikategorikan sebagai daerah yang terkena luapan lumpur langsung. Aksi seratusan warga di Kantor Pemkab Sidoarjo ini dipicu dengan kebijakan Timnas Penanggulangan Lumpur yang tidak memasukkan sebagian perumahan TAS dalam korban lumpur langsung, sehingga Lapindo Brantas menolak memberikan ganti untung.Dalam aksi yang dimulai pukul 09.00 WIB itu, Jumat (8/12/2006), 19 perwakilan warga diterima oleh Wakil Bupati Syaiful Illah yang sekaligus sebagai Ketua PB Satlak. Tuntutan yang diusung warga ada tiga poin.Syaiful memberikan lampu hijau untuk tuntutan pertama warga, yaitu Perum TAS dimasukkan ke dalam wilayah korban luapan lumpur langsung. Sedangkan dua tuntutan lainnya, yaitu pemberian ganti untung seperti halnya sebagian empat desa lain dan jangka waktu pemberian ganti untung dengan sistem cash and carry, belum dikabulkan.Syaiful menegaskan bahwa pemberian ganti untung berupa pembelian lahan maupun bangunan seperti empat desa lain itu menjadi kewenangan Timnas Penanggulangan Lumpur. "Secepatnya dua tuntutan ini akan kita sampaikan ke Timnas," kata Syaiful kepada warga.Lili, ibu satu anak yang tinggal di Blok L Perum TAS menyatakan kekecewaannya terhadap kebijakan Timnas yang dinilai menganaktirikan warga TAS. "Kalau Lapindo tidak bersedia membeli lahan kami, maka Timnas harus yang bertanggung jawab, wong kita ini semua juga menjadi korban kok malah tidak diperhatikan," kata dia di sela ikut demo.Lili, mengaku pada 4 Desember lalu sempat girang ketika mendengar pernyataan Lapindo yang bersedia membeli lahan dan bangunan warga sesuai harga yang diajukan warga yaitu Rp 2,5 juta meterpersegi. Namun, dirinya langsung lemas ketika kenyataannya dalam peta wilayah korban luapan lumpur langsung, sebagian pemukiman TAS yang dibanjiri lumpur setelah pipa gas Pertamina meledak tidak termasuk area yang mendapat ganti untung. "Timnas sangat tidak adil, sungguh menyakitkan warga TAS," katanya.Karena jawaban Syaiful Illah dianggap mengecewakan, warga pun membubarkan diri dan berbondong-bondong menuju ke Jalan Raya Porong, 4 kilometer dari Kantor Pemkab Sidoarjo.Kepala Desa Kedungbendo Kecamatan Tanggulangin yang ikut demo itu meminta Timnas maupun Lapindo Brantas tetap wajib memenuhi tuntutan warganya yang juga menderita akibat luapan lumpur tersebut.
(gik/asy)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































