Yahya Zaini dan Konflik Golkar

Yahya Zaini dan Konflik Golkar

- detikNews
Jumat, 08 Des 2006 14:04 WIB
Jakarta - Motif di belakang penyebaran video mesum anggota DPR Yahya Zaini dengan artis dangdut Maria Eva masih simpang siur. Mengapa video mesum Yahya Zaini bisa menyebar ke publik? Padahal, banyak anggota DPR lainnya yang sebenarnya juga terlibat skandal seks yang sama. Ada yang menyebutkan video mesum Yahya Zaini beredar karena konflik antarkubu di internal Partai Golkar. Tapi, ada juga yang menyebut ini bagian dari konflik yang lebih besar. Untuk mengungkap kasus ini, Partai Golkar telah membentuk tim investigasi. Adanya maksud-maksud tertentu atas penyebaran video mesum ini memang perlu diteliti. Sebab, rekaman video tersebut sebenarnya dibuat 2 tahun lalu, saat masa kampanye pemilu legislatif. Namun, anehnya rekaman video baru beredar sekarang ini. Ini yang membuat petinggi Golkar curiga. Termasuk Yahya Zaini yang mengaku ada orang yang sengaja menjerumuskannya.Apa kepentingan lawan-lawan Yahya Zaini? Sejumlah informasi beredar. Konflik di tubuh Partai Golkar menjadi salah satu penyebabnya, termasuk ada pengkubuan di internal Partai Golkar.Sas sus yang sudah tidak rahasia lagi, Yahya Zaini merupakan salah satu kader Golkar yang dimasukkan Agung Laksono menjadi Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menneg Pora), bila Adhyaksa Dault di-reshuffle. "Dia disikat karena menjadi kandidat kuat untuk Menpora reshuffle jilid II," kata salah seorang petinggi Golkar, Jumat (8/12/2006).Ditambahkan dia, nasib Yahya Zaini sebenarnya hampir sama dengan nasib mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri. Meski sudah lengser dari kursi menteri, Rokhmin kabarnya masih punya kans kuat untuk maju menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan dalam reshuffle jilid II menggantikan Freddy Numberi. Sebenarnya, posisi politik Yahya Zaini cukup kuat untuk masuk kabinet. Tetapi karena peluru untuk menghantamnya sangat dahsyat, Yahya Zaini tak kuasa menghindarinya.Lalu siapa yang mempunyai kepetingan menjegal Yahya? Sudah bukan rahasia lagi bila di DPP Partai Golkar saat ini didominasi oleh tiga kubu yang satu sama lain saling sikut. Yaitu, kubu Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, kubu Agung Laksono dan kubu Akbar Tandjung. Meski saat ini situasi di permukaan tampak tenang-tenang saja, di lapisan bawah gesekan terus terjadi.Dan Yahya Zaini termasuk kader muda Golkar yang cemerlang. Sejak menjadi Ketua Umum PB HMI pada tahun 1990-an, ia sudah dilirik Akbar Tandjung untuk membesarkan Partai Golkar. "Akbar yang menimang-nimang Yahya Zaini sejak masih di Unair, membawanya ke Jakarta dan membesarkannya," kata salah seorang aktivis HMI.Banyak yang menyebutkan Yahya Zaini pendukung setia Akbar. Namun, situasi berbalik saat Akbar Tandung kalah dalam perebutan kursi ketua umum Partai Golkar melawan Jusuf Kalla. Yahya Zaini dikabarkan berbalik mendukung Kalla dan masuk kepengurusan DPP Partai Golkar. Tak heran bila ada sejumlah kolega Yahya Zaini yang berada di kubu Akbar kecewa dengan sikap Yahya.Tapi, ada cerita lain tentang masuknya Yahya Zaini sebagai Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Golkar. "Pak BJ Habibie yang meminta secara khusus kepada Jusuf Kalla agar Yahya Zaini menjadi ketua bidang keagamaan," ujar sumber yang dekat dengan Kalla ini. Selain disebut-sebut sebagai salah satu calon Menpora, Yahya Zaini juga mempunyai kans kuat menduduki kursi Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG). Skenario ini akan dilakukan, bila nama Yahya Zaini tidak masuk dalam kabinet, dan Ketua FPG DPR Andi Matalatta yang masuk ke kabinet. Banyaknya peluang yang kemungkinan dapat dimiliki Yahya inilah yang diduga membuat orang-orang yang tidak senang dengan Yahya bergerak dengan mengedarkan rekaman video.Yang jelas, Partai Golkar tidak tinggal diam dengan aib di penghujung akhir tahun 2006 ini. Partai Golkar segera membentuk tim untuk mengungkap kasus ini, termasuk latar belakangnya. Benarkah cerita-cerita tentang intrik-intrik di tubuh Golkar? Pimpinan DPP Partai Golkar belum menjawab secara detil. Hanya saja, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono menegaskan bahwa kasus Yahya ini tidak terkait kasus politik. (jon/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads