Bobol Perusahaan Rp 28 Miliar, 2 Orang Diringkus
Kamis, 07 Des 2006 23:30 WIB
Jakarta - Seorang pegawai perusahaan kelapa sawit mendalangi pembobolan rekening perusahaannya di Singapura. Nilai pembobolan ini mencapai sekitar Rp 28 miliar.Aksi ini dilakukan oleh Vincent A Susanto, financial control perusahaanan Asian Agri Abadi Oil & Fats Ltd. Ia dibantu komplotannya berhasil mengalirkan dana yang disimpan di Fortis Bank di Singapura ke bank yang ada di Indonesia."Vincent dan komplotannya telah merencanakan pembobulan ini dengan rapi," kata Kasat Fismondev AKBP Aris Munandar di Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Kamis (7/12/2006).Awalnya, Vincent menyuruh Hendri Susilo untuk membuat KTP palsu. Lalu KTP itu digunakan untuk membuat akte pendirian pehusahaan dengan nama PT Asiana Agri Jaya dan Asian Giri Utama.Setelah perusahaan terbentuk, mereka membuka rekening di Bank Panin dan Bank Mandiri. Kemudian pada tanggal 16 November 2006 masuklah uang transferan sebesar hampir 30 miliar ke rekening Bank Mandiri dan Bank Panin. Uang itu berasal dari rekening perusahaan yang ada di rekening Asian Agri Abadi Oil & Fats Ltd yang berada di Fortis Bank, Singapura. "Transferan itu dilakukan oleh Vincent dan bukan atas persetujuan perusahaan," imbuh Aris.Kemudian pada hari yang sama, rekan Vincent yang bernama Agus dan Hendri Susilo menuju bank Panin dan melakukan penarikan dana. Dana yang ditarik sebesar Rp 200 juta. Kemudian uang itu dibawa oleh Agus Fery.Uang hasil kejahatan itu dibagi-bagi antara Agus, Hendri dan Vincent. Henri mendapat jatah Rp 50 juta, namun uang ini tinggal Rp 27 juta karena habis untuk keperluan sehari-hari. Sedangkan sisa uang Rp 200 juta diserahkan oleh Hendri ke Vincent.Setelah melakukan penyelidikan polisi berhasil menangkap Henri di Diskotik Raja Mas, Jalan Hayam Wuruk pada 2 Desember. Sedangkan Agus ditangkap kemudian pada 4 Desember.
(nal/wiq)











































