Poltabes Bantah Tim Buser Aniaya Korban Salah Tangkap

Poltabes Bantah Tim Buser Aniaya Korban Salah Tangkap

- detikNews
Kamis, 07 Des 2006 19:22 WIB
Pekanbaru - Korban salah tangkap yang kini terbaring di RS Polda Riau mengaku telah digebuki tim Buser Poltabes Pekanbaru. Tapi pihak Poltabes bersikeras bukan tim Buser yang melakukannya. Tapi anehnya, untuk biaya pengobatan korban, polisi siap menanggungnya.Kapoltabes Pekanbaru AKBP Syafril Nursal melalui Kasat Reskrim-nya, Kompol Trunoyudo membantah keras bila tim busernya sudah melakukan salah tangkap atas nama korban Ari Saputra."Tidak benar kalau tim buser kami melakukan salah tangkap. Tim buser tidak pula melakukan penganiayaan. Tapi kasus ini akan tetap kita selidiki, siapa sebernarnya tim buser yang dimaksud korban," kata Kasat Reskrim Poltabes Pekanbaru Kompol Trunoyudo saat dihubungi detikcom, Kamis (7/12/2006) di Pekanbaru.Menurutnya, kendati korban mengaku dibawa ke markas polisi, hal itu belum bisa dipastikan kalau pelaku penganiayaan merupakan anggota buser. Apalagi, pihaknya belum mengambil keterangan dari korban."Kan bisa saja ada orang mengaku buser. Karena itu kita belum bisa pastikan siapa pelaku sebenarnya. Kita akan mengusut tuntas masalah ini. Nanti kalau korban kondisinya telah stabil, kita akan mintai keterangannya agar bisa mengungkap kejadian yang sebenarnya," kata Trunoyudo.Mengenai adanya permohonan maaf dari seorang perwira di jajaran Poltabes Pekanbaru terhadap orangtua korban, menurutnya, permohonan maaf itu bukan berarti pihaknya yang melakukan penganiayaan tersebut.Walau bersikeras bukan tim buser pelakunya, tapi Trunoyudo mengaku pihaknya siap menanggung beban biaya perawatan korban. "Kita akan membantu semua biaya pengobatannya. Kita berjanji untuk mengusut tuntas siapa pelaku sebenarnya," katanya.Keterangan Kasat Reskrim ini dibantah korban. Menurut Ari Saputra, dia ditangkap tim buser. Dia digiring ke Mapoltabes dan Mess Poltabes. Di dua tempat ini, dia mendapat penganiayaan personel polisi. Dia digepuki dengan mesin pompa air. Akibatnya, darah segar mengucur dari kedua telinganya."Waktu saya dibebaskan, polisi bilang mereka sudah salah tangkap. Dan itu merupakan hal yang biasa. Terus saya dikasih uang Rp 10 ribu untuk sarapan pagi dan ongkos pulang ke rumah," kata Ari kepada detikcom.Ari sangat yakin sekali pelakunya adalah tim Buser Poltabes Pekanbaru. "Walau kondisi saya ini masih sakit, tapi saya belum lupa ingatan kok. Saya ini benar-benar digiring ke kantor polisi dan digepuki di sana," cetus Ari.Sedangkan orangtua Ari, Rakonen kepada detikcom, juga memastikan kalau anaknya dianiaya di kantor polisi. "Kalau bukan polisi pelakunya, mengapa bapak-bapak polisi menemui saya dan menyatakan permohonan maafnya. Pak polisi yang menemui saya itu mengajak saya berdamai dan jangan mempersoalkan kasus ini. Kalau ada yang menyebut bukan anggota polisi yang melakukannya, itu pasti bohong," kata Rakonen. (cha/sss)


Berita Terkait