SBY Tak Mau Gonjang-ganjing Gara-gara Poligami
Kamis, 07 Des 2006 19:03 WIB
Jakarta - Beda pandangan soal poligami sah-sah saja. Tapi kalau kehidupan bernegara jadi gonjang-ganjing karenanya, Presiden SBY pun tak mau."Saya tidak ingin kehidupan kita jadi gonjang-ganjing, tidak menentu, dan saling curiga. Saya tidak ingin masalah ini menjadi satu wacana yang berkembang menjadi tidak sehat dan mengganggu kehidupan kita semua," ujar SBY.Hal ini disampaikan SBY saat berpidato dalam peringatan hari jadi ke-7 Dharwa Wanita Persatuan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (7/12/2006).Ia yakin, dengan dikembalikannya permasalahan pada produk hukum yang sudah ada dan masih berlaku, maka keadaan akan menjadi lebih tenang. Tidak ada aksi hujat-menghujat antarkelompok yang berbeda pandangan.Tunda Revisi?Khusus jajaran pemerintahan, SBY mengingatkan ada PP 45/1990 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi PNS yang masih berlaku."Bagi PNS, tolong pahami dan patuhi itu. Rujuk itu, pedomani, dan laksanakan. Bahwa ada pendapat baru harus dilakukan revisi, itu persoalan lain," ujar SBY.Ia memahami poligami merupakan masalah pribadi, namuan karena sudah masuk dalam ruang publik dan arena sosial, dampaknya juga masuk wilayah sosial.Apakah pernyataan SBY merupakan sinyalemen penundaan revisi PP Perkawinan? Menneg Pemberdayaan Perempuan (PP) Meutia Hatta yang ditemui di tempat sama, tidak bersedia memberikan komentar."Saya kira pesan dari Presiden itu sudah jelas," jawab Meutia pendek sambil bergegas memasuki mobilnya.
(lh/sss)











































