Korban Salah Tangkap Digebuk Polisi 8 Jam Nonstop

Korban Salah Tangkap Digebuk Polisi 8 Jam Nonstop

- detikNews
Kamis, 07 Des 2006 18:14 WIB
Pekanbaru - Bagaimana tidak babak belur. Ari Saputra, korban salah tangkap tim Buser Poltabes Pekanbaru, mengaku digebuki selama 8 jam nonstop. Tidak cuma polisi senior yang memberinya pukulan, tapi siswa polisi pun turut menghajarnya.Ari kini terbaring di RS Bayangkara Polda Riau, di Jl Kartini Pekanbaru. Dia masuk rumah sakit sejak Rabu 6 Desember 2006 sore kemarin. Kondisi tubuhnya lumayan bonyok. Sekujur badannya penuh dengan memar bekas pukulan benda tumpul. Tak cuma itu, bagian leher, dada, dan kaki banyak terdapat bekas goresan.Walau kondisinya lemah, namun Ari dengan bicara yang lamban masih menjawab sejumlah pertanyaan wartawan. Pria yang masih lajang berkulit sawo matang ini mengaku ditangkap malam hari oleh tim Buser Poltabes Pekanbaru pada Selasa 5 Desember 2006 sekitar pukul 20.00 WIB.Tim Buser menangkapnya karena diduga dia salah satu komplotan maling di pusat perbelanjaan Ramayana di Plaza Sukaramai. Tapi belakangan pihak kepolisian sudah mengaku salah tangkap. Namun Ari sempat digebuki."Sejak malam ditangkap dibawa ke Poltabes, awalnya saya ditanya-tanya soal pencurian. Tapi saya bukan pencurinya. Lantas lima anggota Buser secara bergantian menyiksa saya. Sejak malam ditangkap hingga azan subuh tubuh saya terus dipukuli pak polisi tanpa henti," kata Ari yang masih terbaring dengan bantuan pernafasan pada hidungnya, Kamis (7/12/2006).Ari juga menjelaskan, selama ditangkap, dia tidak hanya dianiaya di Markas Poltabes Pekanbaru, Jl A Yani. Menjelang subuh, setelah tim Buser puas memukulinya, Ari diboyong ke Mess Poltabes yang letaknya di Jl Syamratulangi, tidak jauh dari Markas Poltabes.Ketika digiring ke Mess Poltabes, awalnya Ari berharap akan mendapat perlakuan yang sedikit manusiawi. Dia berharap pada subuh buta itu, diberi kesempatan istirahat sejenak. Tapi apa yang dia harapkan, tak menjadi kenyataan."Sampai di Mess Poltabes, saya kembali dihajar polisi. Cuma yang memukuli saya saat itu bukan lagi tim Buser, tapi siswa polisi yang masih magang. Mereka terus memaksa saya untuk mengaku sebagai maling. Siswa polisi magang itu memukuli saya lengkap dengan pakaian dinasnya," kata Ari. (cha/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads