Lagi Syukuran Menang Pilkada, Rumah Bupati Dibom

Lagi Syukuran Menang Pilkada, Rumah Bupati Dibom

- detikNews
Kamis, 07 Des 2006 16:53 WIB
Jakarta - Duarr! Bom meledak di rumah bupati terpilih yang sedang merayakan kemenangannya dalam pilkada. 4 Orang tewas seketika, 5 orang lainnya luka parah dan 9 orang luka ringan.Maaf, jangan terlena dulu. Ini bukan kejadian sungguhan. Peristiwa itu hanya bagian dari simulasi tindakan pertama TKP bom yang digelar Mabes Polri di lapangan parkir Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (7/12/2006).Dalam simulasi itu diskenariokan rumah bupati tersebut hancur akibat ledakan bom.Sebelum bom meledak, bupati terpilih tersebut sedang menggelar acara dangdutan. Suasana benar-benar gegap gempita. Semua orang terlena, sehingga tidak memperhatikan seorang pemuda yang membawa tas ransel dan mengenakan jaket coklat menyusup dalam keramaian tersebut.Pemuda tersebut lalu meletakkan tas ransel tersebut di dekat rumah sang bupati. Selang beberapa menit kemudian bom meledak. Meski hanya simulasi, ledakan bom tersebut sangat kencang sehingga mengundang perhatian masyarakat yang berada di sekitar Polda Metro Jaya.Akibat ledakan itu, rumah bupati langsung hancur berantakan. Atapnya lepas dan dindingnya roboh. Bom itu mengakibatkan 4 orang tewas, 5 luka parah dan 9 luka ringan. Bom juga mengakibatkan 1 polisi luka berat dan 1 polisi lainnya luka ringan. Polisi lalu mengirim satuan Gegana dan anjing pelacak dari polres setempat ke lokasi itu. Anjing pelacak dikerahkan untuk mencari bom yang kemungkinan tersisa di lokasi itu. Setelah dilakukan penyisiran ternyata ditemukan 1 bom aktif yang belum meledak di lokasi terebut. Kemudian diterjunkan 2 anggota Gegana dengan memakai helm baja dan baju anti bom untuk mengambil bom itu. Bom lalu diledakkan oleh tim Gegana. Suaranya yang membahana kembali mengagetkan warga di sekitar Polda.Setelah itu dilakukan analisa TKP oleh tim reserse. Polisi juga mengidentifikasi mayat korban yang masih tertinggal di lokasi kejadian. Polisi juga mengerahkan anjing pelacak untuk mengidentifikasi pelaku peledakan.Setelah mencium bekas tas dan serpihan bom yang ditinggalkan pengebom, anjing pelacak mencari pelaku yang menaruh tas di tempat itu. Ternyata pelaku belum jauh dan masih di sekitar TKP. Bahkan dia sempat menyaksikan kejadian tersebut. Begitu mengetahui keberadaannya diketahui, dia langsung lari dan polisi melepas anjing pemburu. Anjing lalu mengejar dan mengigit lengan pelaku pengeboman dan akhirnya diamankan aparat setempat.Menurut Wakababinkam Mabes Polri Irjen Pol Dedy Suardy, pengamanan bom ini untuk melatih kesiapan petugas dan tidak ada kaitannya dengan ancaman yang mungkin terjadi pada Natal dan Tahun Baru nanti."Kami melatih petugas agar menjaga TKP tetap aman dan tidak diacak-acak orang sehingga pengungkapkan bom bisa dilakukan dengan lebih cepat," katanya. (umi/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads