Poltabes Pekanbaru Salah Tangkap, Korban Babak Belur

Poltabes Pekanbaru Salah Tangkap, Korban Babak Belur

- detikNews
Kamis, 07 Des 2006 16:48 WIB
Pekanbaru - Bukan sekali saja polisi salah sasaran. Kali ini tim Buser Poltabes Pekanbaru juga salah tangkap orang. Korban salah tangkap itu kini sudah babak belur. Korban terbaring di RS Bayangkahra Pekanbaru. Nasib apes menimpa Ari Saputra (24), sopir angkot. Saat sedang duduk bersama pacarnya, Ayu, di depan Plaza Sukaramai, Jl Sudirman Pekanbaru, tiba-tiba Ari Saputra diciduk oleh tim Buser yang berwajah sangar. Tanpa banyak tanya, Ari diboyong ke Poltabes Pekanbaru. Di sana, dia lantas dijejali pertanyaan seputar celana baru yang dia bawa masih dalam bungkusan plastik. Polisi mengira Ari salah satu komplotan maling di pusat perbelanjaan Ramayana di Plaza Sukaramai. Merasa tak mencuri, tentulah Ari warga Rumbai, Pekanbaru ini bersikeras tidak melakukan pencurian. Dia menjelaskan, celana baru yang dia bawa itu merupakan hadiah ulang tahun dari pacarnya. Tapi dasar polisi ini tidak profesional, kelima anggota tim Buser Poltabes Pekanbaru itu memberi bogem mentah ke seluruh tubuh korban. "Kini anak saya terbaring di rumah sakit. Anakku bukan pencuri, bukan pula terlibat narkoba. Dia hanya cari makan menjadi sopir angkot. Enak aja polisi menuding anak saya pencuri," kata Rakonen (55) ayah kandung korban saat ditemui detikcom, di RS Polda Riau, Jl Karitini, Pekanbaru. Rakonen menjelaskan, anaknya ditangkap tim buser pada Selasa (5/12/2006) malam hari. Anaknya dikembalikan pada keesokan harinya dengan kondisi babak belur. Alasan pemulangan anaknya itu, pihak kepolisian mengaku salah tangkap. "Pak polisi mengaku kalau mereka sudah salah tangkap. Mereka minta saya mau berdamai dan jangan mempersoalkan kasus ini. Mana bisa, anak saya sudah babak belur dihajar mereka," kata Rakonen. (cha/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait