Fauzi Bowo Daftar Cagub ke PDIP, Hendro Belum Terdaftar
Kamis, 07 Des 2006 16:42 WIB
Jakarta - Menjelang Rakerdasus DPD PDIP DKI Jakarta yang akan digelar pertengahan bulan Desember ini, sejumlah nama calon gubernur mendaftar ke DPD PDIP. Nama calon gubernur yang terakhir mendaftar ke DPD PDIP DKI Jakarta adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauwi Bowo.Masuknya Fauzi Bowo menambah panjang deretan calon gubernur yang mendaftarkan melalui partai berlambang banteng gemuk ini. Sebelumnya, calon gubernur yang sudah mendaftar adalah Sarwono Kusumaatmadja, Letjen TNI Purn Bibit Waluyo, Jenderal TNI Purn Agum Gumelar, Faisal Basri, dan Edi Waluyo."Untuk Fauzi Bowo sudah mendaftarkan diri minggu lalu. Nama-nama yang sudah terdaftar dan akan dibawa ke Rakerdasus DPD PDIP tanggl 16-17 Desember mendatang," kata Wakil Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Dhia Prekasha Yoedha saat dihubungi detikcom, Kamis (7/12/2006).Dari sejumlah nama yang masuk, justru mantan Kepala BIN AM Hendropriyono belum mendaftarkan diri ke DPD PDIP. Nama Hendro dikabarkan akan maju menjadi cagub berpasangan dengan Gubernur NTB Harun Al Rasyid yang pernah menjadi Walikota Jakarta Selatan."Nama Hendro belum masuk. Bisa saja ia mendaftar pada saat-saat terakhir, karena dia kader PDIP," kata Yoedha.Ditambahkannya, saat ini para kandidat cagub DKI Jakarta sedang rajin turun ke bawah menemui pengurus DPC dan PAC PDIP. "Pantauan sementara, yang paling rajin turun ke bawah, diskusi dengan kader-kader PDIP adalah Sarwono Kusumaatmadja, Faisal Basri dan Bibit Waluyo. Mereka rajin turun ke basis massa PDIP dan mendapat respons yang tinggi. Sedangkan Fauzi Bowo belakangan menyusulnya," katanya.Para kandidat cagub dan cawagub gubernur DKI Jakarta yang telah mendaftar ke DPD PDIP DKI Jakarta akan disaring melalui konferdasus yang akan digelar pada Sabtu dan Minggu mendatang. Konferda akan menyaring sejumlah nama untuk diajukan ke Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri."Kecenderungan dari 6 calon yang sudah masuk, akan dipilih figur yang bisa membawa dan mengajak partai lain untuk berkoalisi dengan PDIP. Calon yang bukan saja diterima oleh PDIP, tetapi juga partai-partai lain," ujar Yoedha.
(jon/sss)











































