Mayoritas Wanita 4 Negara Arab Tolak Poligami
Kamis, 07 Des 2006 14:57 WIB
Jenewa - Tak dinyana masalah poligami juga menarik perhatian PBB. Survei pun dilakukan di 4 negara Arab. Hasilnya: mayoritas wanita menolak poligami. Bahkan 95 persen wanita minta diizinkan memilih sendiri pasangan hidupnya.Survei dilakukan PBB terhadap sekitar 1.000 orang, masing-masing di Mesir, Yordania, Libanon, dan Moroko, untuk laporan tahunan Arab Human Development PBB.Fokusnya adalah ketidaksamarataan perempuan di negara-negara Arab. Hasil survei dipublikasikan PBB di Jenewa, Swiss, Kamis (7/12/2006) seperti dilaporkan AFP.Disebutkan, mayoritas responden di 4 negara tersebut tidak setuju dengan poligami. Mulai dari 62% di Moroko hingga 90% di Libanon. Namun ada perbedaan drastis ketika pertanyaan serupa diajukan pada responden pria, yang mayoritas menyatakan setuju.Hasil survei selanjutnya menunjukkan betapa wanita di 4 negara tersebut begitu mendambakan emansipasi dan persamaan hak antara pria dengan wanita.Disebutkan 98% responden setuju perempuan punya hak sama untuk sekolah hingga tingkat universitas, 91% menyatakan perempuan punya hak sama untuk bekerja, dan 78% menyatakan perempuan seharusnya punya kondisi kerja yang sama.Lalu 91% responden minta perempuan diizinkan punya properti seperti tanah, serta memiliki dan me-manage proyek ekonomi, 95% menyatakan perempuan harus diizinkan memilih suami, 97 persen mengutuk penyiksaan fisik dan mental terhadap perempuan.Sedangkan mengenai pemakaian jilbab, opini terbagi-bagi. Sebagian responden menyatakan perempuan sebaiknya mengenakan jilbab jika memang itu kehendaknya. Namun 43-50% responden lainnya di Mesir, Yordania dan Moroko menyatakan perempuan wajib mengenakan jilbab.Soal hak politik perempuan, 76% responden di Mesir dan 79% di Libanon mendukung perempuan berpartisipasi dalam kegiatan politik maupun menduduki kursi menteri.Namun mereka tidak setuju dengan presiden perempuan. Sebanyak 72% responden di Mesir dan 59% di Yordania menolak ide tersebut. Sementara 40% di Moroko dan 17,5% di Libanon mendukung presiden perempuan.Meski demikian 62% responden di 4 negara Arab tersebut menyatakan perempuan lebih baik ketimbang pria dalam menjalankan peran kepemimpinan.Terhadap hal ini PBB berkesimpulan apa yang responden katakan dan perbuat tidak selalu sama. Hal ini dimaklumi karena sikap dan tingkah laku terbentur oleh terbatasnya kemampuan orang berekspresi di negara-negara Arab.
(sss/nrl)











































