SBY: Polemik Poligami Mulai Tidak Proporsional
Kamis, 07 Des 2006 13:10 WIB
Jakarta - Pro kontra mengenai poligami yang berkembang menyusul rencana revisi PP Perkawinan dinilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mulai tidak proporsional. Kepala Negara meminta semua pihak menanggapi masalah ini dengan tenang."Mari berpikir jernih. Jangan kita terjebak dalam diskursus masalah ini," kata SBY dalam peringatan HUT ke-7 Dharma Wanita Persatuan di Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (7/12/2006). Menurut SBY, sejak mencuatnya rencana pemerintah melakukan penguatan dan perluasan cakupan PP 10 Tahun 1983 dan PP nomor 45 Tahun 1990 tentang Perkawinan, dirinya dan keluarga mendapatkan banyak pesan.Banyak diantara pesan-pesan tersebut yang terlalu emosional. Sementara wacana di media massa sendiri, menurut SBY, banyak yang berusaha memaksakan pikiran dari masing-masing kelompok.Perkembangan demikian, lanjut SBY, sangat tidak baik karena akan menggeser inti permasalahan. Sementara ada banyak masalah lain di negeri ini yang juga memerlukan perhatian dan penanganan segera. Salah satunya kasus lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur."Masih banyak masalah yang harus diselesaikan. Saya tidak ingin masalah ini berkembang menjadi wacana yang tidak sehat dan mengganggu kita," katanya.
(jon/nrl)











































