Indonesia Contoh Demokrasi Tak Benturan dengan Islam

Seminar Universitas Oslo, Norwegia

Indonesia Contoh Demokrasi Tak Benturan dengan Islam

- detikNews
Kamis, 07 Des 2006 01:06 WIB
Den Haag - Pandangan bahwa demokrasi tidak bisa bersesuaian dengan Islam adalah kurang tepat. Indonesia menjadi bukti demokrasi-Islam tidak berbenturan.Demikian benang merah pemikiran Prof. Azyumardi Azra, yang disampaikan dalam seminar bertopik Islam, Democracy and Pluralism: the Indonesian Experience di Universitas Oslo, 5/12/2006.Azyumardi yang memulai karir sebagai wartawan, lalu meraih master dan Phd di Columbia University, AS, tegas menunjukkan bahwa ajaran Islam tidak bertentangan dengan demokrasi. "Hal itu terbukti dengan pengembangan demokrasi yang saat ini terjadi di Indonesia, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia," papar salah satu cendekiawan Islam terkemuka Indonesia itu, sebagaimana rilis KBRI Olso yang diterima detikcom malam ini.Diakui, dalam pelaksanaannya masih terdapat hambatan praktik demokrasi di beberapa negara Islam lainnya. Namun hal tersebut tidak terkait dengan ajaran Islam, melainkan lebih pada infrastruktur (tingkat pendidikan dan kesejahteraan) serta pelaksana negara yang belum siap menjalankan demokrasi.Seminar hasil kerjasama KBRI di Oslo dengan Pusat Hak Asasi Manusia Universitas Oslo tersebut dihadiri para Duta Besar negara Islam maupun wakil dari perwakilan asing di Oslo, mahasiswa, dan aktivis keagamaan setempat.Pelaksanaan seminar itu merupakan salah satu upaya KBRI untuk mengedepankan moderasi Islam di Indonesia dalam rangka peningkatan citra Indonesia, serta menepis anggapan beberapa kalangan bahwa Islam tidak sejalan dengan demokrasi dan hak asasi manusia. Dari beberapa pembicaraan, besar harapan masyarakat internasional agar Indonesia dapat memainkan peran sebagai jembatan antara Islam dan dunia Barat. Antara Indonesia dan Norwegia saat ini sedang dibahas beberapa kemungkinan kerjasama antaruniversitas untuk kajian demokrasi dan hak asasi manusia. Dialog bilateral di bidang hak asasi manusia antara Norwegia dan Indonesia telah berlangsung selama 5 tahun dan dinilai sukses serta merupakan salah satu bentuk dialog, yang dapat dikembangkan antarnegara berdasarkan kepentingan bersama dan saling menghormati. (es/es)


Berita Terkait