Jelang Idul Adha, Harga Beras dan Cabai Naik 60 %

Jelang Idul Adha, Harga Beras dan Cabai Naik 60 %

- detikNews
Rabu, 06 Des 2006 20:47 WIB
Palembang - Menjelang lebaran Idul Adha, harga sembilan kebutuhan pokok di Palembang melonjak naik. Kenaikan ini terutama pada harga beras dan cabai. Tidak tanggung-tanggung, harga cabe naik hingga 60 persen.Berdasarkan pantauan detikcom di pasar-pasar tradisional, harga beras yang naik itu dari mutu sedang hingga baik. Misalnya harga beras merk Selancar yang biasa dijual Rp 94 ribu menjadi Rp 100 ribu per karung yang berisi 20 kilogram, atau beras merek Topi Koki, dari Rp 88 ribu menjadi Rp 102 ribu per 20 kilogram. Sedangkan beras mutu sedang, kenaikan berkisar; dari Rp 4.000 menjadi Rp 4.500 hingga Rp 5.000 per kilogram. "Ya, naik dari agennya," kata Kosim, pedagang beras di pasar Lemabang, Palembang, Rabu (6/12/2006) sore.Selain beras, harga sayuran juga mengalami kenaikan. Misalnya cabai merah yang semula Rp 12 ribu menjadi Rp 22 ribu per kilogram, kemudian daging sapi dari Rp 51 ribu menjadi Rp 59 ribu, daging ayam dari Rp 15 ribu menjadi Rp 18 ribu per kilogram.Semua pedagang menjelaskan, kenaikan harga sayuran itu sudah dinaikan dari agen.Bagaimana sikap pemerintah Sumatra Selatan? Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Koperasi Palembang Raden Wantjik Badaruddin, kenaikan harga sembako tersebut, tidak dapat dihindarkan. Stok sembako saat ini minim. Ini akibat arus transportasi yang terhambat lantaran cuaca hujan, serta sudah berakhirnya musim panen."Kita berharap dalam waktu dekat harga akan kembali stabil," katanya.Sebetulnya, masih kata Wantjik, Palembang hanya terkena imbas dari kenaikan. Sebab, stok yang tersedia saat ini cukup hingga Januari 2007. Seperti daging 32.500 ton dari rata-rata pemakaian per bulan 12-15 ribu ton, kemudian stok gula yang tersedia 2.100 ton dengan pemakaian per bulan 25 ribu ton. Lalu, stok minyak sayur 20 ribu ton, pemakaian per bulan 10 ribu ton. Selain itu, katanya, pihaknya setiap hari terus melakukan pemantauan harga dan stok barang. Jika kenaikan masih terus terjadi pihaknya akan berkoordinasi dengan Dolog untuk melakukan operasi pasar (OP). (tw/ary)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads