75% Wanita RI Alami Keputihan

75% Wanita RI Alami Keputihan

- detikNews
Rabu, 06 Des 2006 17:49 WIB
Jakarta - Keputihan. Ternyata wanita Indonesia yang pernah mengalami penyakit ini sangat besar. 75% Wanita Indonesia pasti mengalami keputihan minimal 1 kali dalam hidupnya. Angka ini berbeda tajam dengan Eropa yang hanya 25% saja.Wanita Indonesia banyak yang mengalami keputihan karena hawa di Tanah Air lembab, sehingga mudah terinfeksi jamur candida albican, penyebab keputihan. Sedangkan di Eropa, hawanya kering.Sayangnya, banyak perempuan Indonesia yang tidak tahu bagaimana mengobati keputihan dengan bijak. Banyak dari mereka menggunakan obat-obatan yang beredar bebas di pasaran tanpa konsultasi dengan dokter lebih dulu.Hal ini dituturkan dr Dwiana Octviyanti SPOG dalam seminar kesehatan organ intim perempuan di Hotel Intercontinental, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (6/11/2006)."Perempuan Indonesia banyak yang salah kaprah dalam membersihkan vagina mereka, yaitu dengan cairan pembersih agar terbebas dari bakteri penyebab keputihan. Mereka berpikir vagina yang kesat adalah vagina yang sehat. Padahal hal itu justru dapat membunuh bakteri laktobasilus yang berguna untuk menjaga derajat keasaman vagina," beber dokter dari RS Permata Cibubur ini.Dia menegaskan, pengobatan dengan cairan antiseptik tidak aman. Yang paling aman adalah menggunakan obat oral berupa kapsul yang mengandung fluconazole."Kapsul yang mengandung fluconazole terbukti memiliki efektivitas dan keamanan yang baik unuk mengatasi penyakit keputihan akibat jamur. Penggunaannya juga lebih praktis dan sederhana dibanding dengan metode douching," paparnya.Pembersihan dengan metode douching dengan cara memasukkan/menyemprotkan cairan antiseptik ke vagina. Sedangkan kalau kapsul dengan cara diminum sehingga tidak menimbulkan rasa kesat."Kemungkinan sembuh dari keputihan jika mengunakan fluconazole adalah 95% walaupun harganya relatif mahal. Namun cukup diminum satu kali untuk 10 hari, tidak seperti douching yang digunakan setiap hari," kata dr Dwiana.Dwiana meminta agar keputihan jangan dianggap remeh karena bisa menyebabkan kanker rahim. Dia menuturkan, 90% kasus kanker rahim di Indonesia ditandai dengan keputihan.Dwiana menyatakan, keputihan akan sembuh total jika gaya hidup berubah. "Dengan menggunakan kapsul itu memang bisa sembuh. Tapi sewaktu-waku bisa muncul kembali, itu tergantung gaya hidup perempuan tersebut," bebernya.Gaya hidup yang sehat adalah membersihkan vagina dengan baik dan benar, mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari, setelah buang air kecil harus dikeringkan dengan tisu, tidak boleh langsung pakai celana, tidak boleh duduk di kloset umum sembarangan (harus dialasi tisu).Keputihan yang harus diperhatikan adalah keputihan yang tidak hanya terjadi menjelang menstruasi, berbau tajam, berwarna kehijauan, dan kental. (nrl/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads