Komar:
Jangan Paranoid dengan Poligami
Rabu, 06 Des 2006 17:01 WIB
Jakarta - Di mata anggota DPR, Komar, poligami bak warisan turun temurun. Jika tidak punya leluhur yang pernah berpoligami, maka tidak akan bisa menjalaninya. Masyarakat tidak perlu khawatir."Saya sebagai muslim yang baik, taat, konsisten dan konsekuen, menerima paham poligami. Masyarakat jangan terlalu paranoid dengan poligami. Karena kalau tidak ada keturunan (poligami), tidak akan bisa poligami. Seperti Aa Gym, mungkin ayahnya (berpoligami). Kalau tidak, di kakeknya atau di buyutnya mesti ada. Jadi tidak usah khawatir yang berlebihan," terang Komar saat hubungi detikcom, Rabu (6/12/2006).Politisi asal Partai Demokrat yang pernah berpoligami ini meminta pro kontra poligami harus dibahas oleh sejumlah kalangan dan tidak dapat diputuskan secara sembrono. Menurutnya, wajar saja pemerintah merespons hal-hal yang berkaitan dengan poligami."Karena ini terkait dengan masyarakat banyak, harus kumpul semua pakar agama, ahli fiqih, mufasir, ahli ilmu sosial, eksekutif dan legislatif untuk rembuk bareng. Kalau sudah itu monggo saja. Karena dalam agama Islam poligami halal, diperbolehkan," ujar pria yang juga pelawak ini.Ketika ditanya mengenai rencana pemerintah yang akan memperketat syarat poligami di kalangan umum, pria yang bernama lengkap Nurul Komar ini menjawab adem ayem."Yang namanya UU, peraturan pemerintah itu tidak permanen, semua bisa diubah. Yang tidak bisa diubah itu ayat Al Quran dan hukum Tuhan," cetusnya.Menurut Bapak gimana poligami? "Seorang tukang becak istrinya tiga dan itu fun-fun saja, tidak ada masalah," sahutnya.
(aan/nrl)











































