Illegal Logging di Pulau Kawasan Selat Malaka Marak

Illegal Logging di Pulau Kawasan Selat Malaka Marak

- detikNews
Rabu, 06 Des 2006 16:38 WIB
Bengkalis - Sejumlah pulau terluar di Riau yang berada di Selat Malaka tak luput dari aktivitas pembalakan liar. Di pulau terluar itu ditemukan 3.684 tual kayu. Diduga kayu ini akan diseberangkan ke luar negeri. Kapolres Bengkalis, Riau, AKBP Edi Setio Budi mengungkapkan hal itu, saat dihubungi detikcom, Rabu (6/12/2006) di Bengkalis. Dia menyebutkan, dari pantauan udara, sejumlah pulau yang berada di Selat Malaka banyak ditemukan titik-titik tumpukan kayu ilegal. "Setelah kita lakukan pemantauan udara, terlihat di pulau-pulau itu banyak tumpukan kayu. Dari sanalah, Polres Bengkalis dibantu aparat TNI AD dan TNI AL melakukan operasi Mandiri ke sejumlah pulau-pulau kecil yang ada di wilayah perbatasan," kata Edi. Operasi gabungan ini melibatkan 95 personel Polri, TNI, dan Dinas Kehutanan Bengkalis. Dari pantauan udara itu, sejumlah pulau yang terlihat ada penumpukan kayu, yakni Pulau Rupat, Pulau Padang, Pulau Rangsang, Pulau Tebing Tinggi yang semuanya berada di Kabupaten Bengkalis."Sementara ini pelaksanaan tim terpadu berhasil menyita kayu-kayu dalam bentuk balak tim jenis kayu campuran. Total keseluruhan pembalakan liar yang berhasil kita amankan 3.684 tual," kata Kapolres Bengkalis. Dia menjelaskan, dari hasil operasi yang dilakukan dua pekan ini, pihaknya memang tidak menemukan para pelaku perambahan hutan di pulau-pulau tersebut. Seluruh barang bukti kayu haram itu ditemukan masih di dalam kawasan hutan di pulau terluar itu."Dalam operasi Mandiri ini, kita tidak menemukan tersangkanya. Kita hanya menemukan barang bukti tumpukan kayu balak. Dalam hal ini kita masih menindaklanjuti kasus ini untuk mencari dalang perambahan hutan di pulau tersebut," kata Edi. (cha/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads