SBY Butuh Pimpinan Militer yang Penuh Kasih Sayang

SBY Butuh Pimpinan Militer yang Penuh Kasih Sayang

- detikNews
Rabu, 06 Des 2006 16:16 WIB
Sukabumi - Pimpinan militer harus garang? Sepertinya kriteria itu sudah ketinggalan zaman. Meski kerap berlatih perang, pimpinan militer harus penuh kasih sayang."Saya meminta pimpinan TNI mulai dari panglima hingga komandan regu punya semangat tinggi, bertanggung jawab dan penuh kasih sayang," kata Presiden SBY.Hal ini disampaikan dia saat memberikan pengarahan kepada prajurit TNI AD usai latihan puncak TNI AD Kartika Yudha 2006 di Cibenda, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (6/12/2006).Kriteria tersebut merupakan pilar kelima yang harus dipenuhi TNI untuk mempertahankan wilayah Indonesia."TNI harus siap untuk mempertahankan NKRI. Latihan bukan untuk perang. Bila tidak ada cara lain, perang adalah cara terakhir. Bila mengadopsi ancaman, bersama-sama kita mencari solusi bagaimana menghadapi ancaman tersebut," ujar SBYDituturkan dia, pilar pertama, prajurit yang bertempur telah dididik dan dilatih dengan baik, juga mental yang kokoh dan ulet. Kedua, meningkatkan persenjataan, memodernisasi peralatan, termasuk menggunakan industri di dalam negeri.Ketiga, kecepatan untuk digerakkan setiap saat, baik itu darat, laut dan udara. Prajurit harus punya kesiapan yang tinggi. Keempat, kesejahteraan prajurit harus ditingkatkan. Tapi harus disesuaikan dengan penerimaan negara untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya."Saya minta TNI mengembangkan lima pilar tersebut," ucap SBY seraya memuji pelaksanaan latihan tempur yang dilakukan oleh sekitar 4.000 prajurit."Terus berlatih, ditakuti lawan dan disegani kawan. Lebih baik mandi keringat saat berlatih, daripada mandi darah saat perang," pesan SBY tanpa teks pidato.SBY kemudian meminta prajurit bernyanyi bersama dengan penuh semangat. Para prajurit pun kompak mengumandangkan "Mars Kartika Eka Sakti" dan "Selamat Datang Pahlawan Muda" sambil bertepuk tangan. SBY yang punya suara cukup merdu ini tidak ikutan menyanyi, hanya bertepuk tangan saja. (sss/nrl)


Berita Terkait