Hidayat: Kok Presiden Tidak Berkomentar Soal Permesuman?
Rabu, 06 Des 2006 15:49 WIB
Jakarta - Poligami dan teman tapi mesum (TTM) kini menjadi isu tingkat tinggi. Ketua MPR Hidayat Nurwahid menyayangkan sikap Presiden SBY yang justru merespons poligami, bukan permesuman yang konon banyak terjadi di kalangan DPR dan pejabat negara."Banyak yang marah-marah. Kok presiden lebih peduli tolak poligami tapi tidak berkomentar soal permesuman," ujar Hidayat di Gedung MPR, Senayan, Rabu (6/12/2006).Dia mengatakan, permesuman atau perselingkuhan jelas dilarang agama dan KUHP. Karena itu, jauh lebih penting disikapi daripada poligami."Saya berharap SBY tidak seperti yang dikeluhkan. Permesuman jelas merugikan perempuan," kata Hidayat.Dia mencontohkan, pada kasus poligami Aa Gym, istrinya terlihat tegar tapi dalam kasus Yahya Zaini, istrinya menjadi korban. "Beliau (istrinya) sangat tertekan," katanya.Pada Selasa kemarin, pemerintah mengumumkan akan merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Pegawai Negeri Sipil. Setelah direvisi, peraturan yang pernah direvisi dengan PP No 45/1990 itu akan diberlakukan umum untuk seluruh anggota masyarakat.
(ken/nrl)











































