Pakai Pistol Mainan, 6 Perampok Satroni Toko Asesoris Mobil
Rabu, 06 Des 2006 13:57 WIB
Jakarta - Berbekal senjata mainan, 6 perampok menyatroni toko asesoris mobil di Cilandak, Jakarta Selatan. Karena mencoba kabur, polisi menembakkan 6 peluru ke mobil mereka.Polisi berhasil mengamankan 2 perampok, sementara 4 orang lainnya hingga kini masih buron.Hal tersebut disampaikan Kanit Reskrim Polsek Cilandak Iptu Hartono saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (6/12/2006).Peristiwa tersebut terjadi pukul 17.15 WIB Selasa 5 Desember 2006 di Toko Klasik Imperium yang berlokasi di Jalan Antasari Nomor 31, Cilandak, Jakarta Selatan.Saat itu, 6 perampok dengan menggunakan Toyota Kijang Innova mencongkel kunci pagar toko tersebut. Kemudian mereka masuk dan melumpuhkan 2 satpam yang sedang berjaga-jaga di pos satpam.Innova yang mereka kendarai lalu dibawa masuk ke dalam dan mereka menutup lagi pagar tersebut. Tetapi aksi ini ternyata tercium dua satpam lain yang sdang berada di lantai 2 toko tersebut. Mereka lalu memberitahu ketua RT setempat yang akhirnya menelepon ke Polsek Cilandak.Begitu mendapat laporan warga, Polsek Cilandak lalu mengirim 2 petugas untuk mengecek kejadian tersebut. Begitu tahu petugas datang, 4 perampok yang berada di luar langsung kabur dengan mobil yang mereka bawa dan sempat menabrak pagar.Melihat kejadian tersebut, polisi lalu melancarkan tembakan sebanyak 6 kali ke arah mobil tersebut, sehingga meninggalkan bekas tembakan di kaca depan kiri dan kaca bagian kiri bodi mobil.Dua kawan mereka gagal melarikan diri. Arwan Sihombing (30) dan James Napitupulu (29) ketinggalan di lantai 2 toko tersebut.Sebetulnya akibat tembakan petugas, ban mobil Innova tersebut sempat kempes, namun perampok tetap memaksa melaju.Setelah ditelusuri, akhirnya petugas menemukan mobil tersebut di Jalan Abdul Majid, Cipete dalam kondisi kosong. Dalam aksinya itu, perampok berhasil membawa laptop, komputer dan berbagai spare part mobil.Petugas juga menyita 2 pistol mainan, 78 golok, 2 gergaji besi, 5 obeng dan 1 linggis. Saat diperiksa mobil tersebut menggunakan plat nopol palsu. Di bagian depan mobil tertera nomor B 8163 XU, sedangkan di bagian bekakang tertulis nomor B 8592 XO. "Saat ini kita masih terus mengembangkan kasus tersebut," kata Hartono.
(umi/sss)











































