SBY Nonton Perang-perangan

SBY Nonton Perang-perangan

- detikNews
Rabu, 06 Des 2006 13:19 WIB
Sukabumi - Wilayah RI di Cibenda, Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat diduduki musuh. TNI pun tidak tinggal diam. Operasi militer untuk mengambil alih wilayah dan menyelamatkan sandera pun segera dilakukan. Perang di daerah perbukitan itu pun akhirnya pecah.Itulah skenario latihan puncak TNI AD Kartika Yudha 2006 yang disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. SBY dan rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 09.25 WIB, Rabu (6/12/2006).Latihan sebenarnya dijadwalkan pukul 07.00 WIB, tapi karena cuaca buruk, SBY terlambat. Pesawat yang akan mengangkut presiden dan rombongan tidak dapat lepas landas. Jalan darat pun dipilih, dan SBY baru naik helikopter dari Markas Yonif 301, Cikembar.Latihan miiter dilakukan oleh 4.000-an personel TNI AD dari Kodam III Siliwangi, Kostrad dan Kopassus.SBY yang mengenakan setelan safari krem dan baret hijau Kostrad tampak antusias menyaksikan simulasi yang digelar di perbukitan itu. Apalagi saat pasukan Lintasan Udara (Linud) 330 Kujang I/Kostrad beraksi.Beberapa kali SBY berdiri dari kursi dan melihat melalui teropong yang dibawanya. Sesekali SBY juga memotret adegan seru dalam perang-perangan itu. Wajar saja, SBY masuk dalam satuan itu lebih dari 10 tahun.Perang bohong-bohongan itu menampilkan operasi militer kekuatan musuh yang menduduki RI di Gunung Jambe dan Gunung Putri. Strategi yang dimainkan adalah dengan menerjunkan pasukan Linud 330 Kujang I/kostrad yang diterbangkan dengan tiga Hercules dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung.Sebelumnya pasukan artileri pertahanan udara juga melakukan serangan udara ke daerah musuh dengan menembakkan meriam kaliber 23 mm. Penembakan juga dilakukan OV-10 Bronco, Helikopter Bolco, dan 2 pesawat MI35P dengan tembakan-tembakan roket.Sementara itu serangan dari darat dilakukan oleh Pasukan Yonif 301 yang dibantu beberapa tank AMX yang dimiliki satuan Kavaleri.Saat menonton, SBY didampingi Menko Polhukam Widodo AS, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Kepala BIN Syamsir Siregar, Menkominfo Sofyan Djalil, Menneg Ristek Kusmayanto Kadiman dan sejumlah anggota Komisi I DPR. (ken/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads