Awak Transportasi Blokir Pelabuhan Tanjung Priok
Rabu, 06 Des 2006 11:44 WIB
Jakarta - 500 Buruh dari Serikat Pekerja Transportasi Nasional berdiri berjejer membentuk pagar betis di pintu IX Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Aktivitas di pelabuhan pun lumpuh.Massa berbaris sambil mengibarkan bendera merah bertuliskan Serikat Pekerja Transportasi Nasional ini menggelar aksi solidaritas terhadap nasib awak PPD, Rabu (6/12/2006) sejak pukul 09.00 WIB."Kita sengaja melakukan aksi ini sebagai solidaritas terhadap awak PPD agar mereka mendapatkan gaji dan kesejahteraan. Kita sengaja menutup jalan untuk membuat lumpuh pelabuhan dan pemerintah memperhatikan tuntutan," kata seorang buruh Muis.Spanduk pun digelar antara lain bertuliskan "Awak PPD bukan budak direksi" dan "Awak truk trailer juga bukan budak pengusaha."Kemacetan pun tidak terhindari. Kemacetan terjadi di pintu masuk pelabuhan di Jalan Sulawesi dan pintu keluar pelabuhan sepanjang Jalan Yos Sudarso. Bus, truk trailer yang akan keluar dan masuk pelabuhan bak mati kutu, tidak bergerak.Melihat hal ini, 50 personel kepolisian berusaha turun tangan mengatasi."Kalian kalau mau menutup pintu masuk pelabuhan jangan sampai mengganggu hak orang lain," imbau salah seorang polisi.Pernyataan polisi pun dibalas yel-yel dari massa. "Buruh bersatu tidak bisa dikalahkan, buruh bersatu tidak bisa dikalahkan!"Suasana pun memanas dan aksi dorong-mendorong pun terjadi pukul 10.50 WIB. "Awas jangan ganggu," kata polisi sambil mendorong tubuh buruh yang berdiri berjejer. Massa pun melawan dan terus maju sambil membalas mendorong tubuh polisi. Dorong-dorongan ini berlangsung sekitar 10 menit.Situasi mereda kala polisi dan buruh melakukan negosiasi. Nah, sekitar pukul 11.00 WIB, buruh bersedia membuka jalan dan lalu lintas di pelabuhan kembali pulih.
(aan/sss)











































