Hasil Pilkada Banten Diumumkan Pukul 14.00, PKS Tolak Hadir
Rabu, 06 Des 2006 10:25 WIB
Jakarta - Hasil Pilkada Banten secara resmi diumumkan pukul 14.00 WIB, Rabu (6/12/2006). Ratu Atut dipastikan menang. PKS Banten menolak menghadiri pengumuman itu sebagai bentuk protes terhadap berbagai indikasi kecurangan yang terjadi selama pelaksanaan pilkada."Kita tidak akan hadir di acara itu. Itu sebagai upaya minimal kita untuk advokasi terhadap kecurangan-kecurangan selama Pilkada Banten," ungkap Ketua DPW PKS Banten, Irvan Mauludi, pada detikcom. Jago PKS dalam Pilkada Banten adalah Zulkieflimansyah-Marissa Haque. Pasangan ini memepet ketat Ratu Atut.Menurut Irvan, sedikitnya ada 3 bentuk kecurangan yang terjadi selama pelaksanaan pilkada. Pertama, adanya pengurangan form C 1 atau formulir hasil rekapitulasi penghitungan suara di TPS."Di tiap-tiap TPS kami hanya temukan 2-4 rangkap. Padahal dalam UU 32/2004 tentang pilkada pasal 96 ayat 10 dan PP 6/2005 pasal 83 ayat 11 dan peraturan KPUD Banten, formulir C1 harusnya rangkap 7," kata Irvan.Kecurangan lainnya, menurut dia, adalah carut marutnya Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan penyerahan form C6 yang diberikan kepada pemilih H-1."Banyak masyarakat yang tidak terdaftar. Di perkotaan seperti Tangerang dan Cilegon partisipasi pemilih hanya mencapai 50 persen. Tapi di daerah-daerah pedalaman luar biasa, sampai 70 persen," ungkapnya.Selain menolak hadir, PKS Banten berencana juga akan melakukan langkah-langkah hukum."Kami akan lakukan langkah hukum jika temukan bukti-bukti baru," ujar dia.Namun demikian, jika pada akhirnya pasangan yang diusung oleh partainya ini harus kandas, pihaknya akan legowo untuk menerima apa pun hasil dari pilkada."Siapa saja yang menang, sebagai warga negara kami akan menghormati. Asalkan pilkada ini benar-benar legitimate. Kita tidak akan mengorbankan kepentingan masyarakat luas hanya karena urusan politik," imbuhnya
(rmd/nrl)











































