Kuda Lumping Lewat, Bundaran HI Macet
Rabu, 06 Des 2006 10:26 WIB
Jakarta - 50 Petani yang tergabung dalam Serikat Tani Indonesia (Sertani) Lampung menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta. Mereka menuntut pemerintah membayar ganti rugi tanah 140 hektar milik mereka senilai Rp 7 miliar.Massa yang seluruhnya menggunakan topi caping ini tiba di Bundaran HI, Rabu (6/12/2006) pukul 09.00 WIB. Aksi mereka diwarnai atraksi kuda lumping. Akibatnya, arus lalu lintas dari Jl Sudirman sempat mengalami kemacetan panjang. Sekitar 7 pemain kuda lumping inilah yang akan menggiring massa untuk melakukan longmarch menuju Istana Merdeka.Para petani ini berasal dari Desa Kebon Damar, Lampung Timur. Mereka mengaku 140 hektar tanah mereka diserobot warga Desa Braja Fajar dan Braja Mas, Lampung Timur, pada tahun 2003. Bupati Lampung Timur Pada saat itu, Bahusin, menjanjikan kepada warga Desa Kebon Damar akan memberikan kompensasi ganti rugi tanah. Namun janji itu tidak pernah terealisasi hingga saat ini.Ketua Umum DPP Sertani Anang Prihantoro menyatakan pihaknya pernah mengadukan masalah ini ke Depdagri dan Depnakertrans. "Namun tidak pernah mendapat tanggapan," tandas Anang kepada detikcom.Aksi mereka juga diwarnai sejumlah poster berisi tuntutan mereka, seperti "Bayar 140 hektar tanah kami, sudah 3 tahun kami menunggu" dan "Depdagri dan Depnakertrans tidak menepati janji". Massa juga membawa spanduk bertuliskan "Kami menanti janji pemerintah membayar kompensasi lahan 140 hektar".Unjuk rasa yang digelar di jalur ramai lalu lintas ini hanya dijaga sekitar 10 polisi. Aksi ini hanya dijaga sekitar 10 polisi.
(fjr/sss)