Poligami Rawan Penyakit

Poligami Rawan Penyakit

- detikNews
Rabu, 06 Des 2006 06:03 WIB
Jakarta - Berpoligami artinya memiliki banyak pasangan. Dengan demikian, aktivitas seksual juga dilakukan tidak hanya dengan satu orang saja. Karena itu, poligami rawan penyakit kelamin.Demikian disampaikan dosen pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Dr Musdah Mulia, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (5/12/2006)."Poligami sangat berpotensi menularkan penyakit kelamin. Paling tidak, yang paling sering itu keluhan keputihan berlebihan," ujar Musdah.Namun menurut penulis buku "Pandangan Islam tentang Poligami" ini, ada beberapa istri yang meminta suaminya melakukan poligami. Bahkan mereka lantas sibuk mencarikan istri baru untuk suaminya."Biasanya ini dilakukan istri yang mengalami kekerasan secara seksual tapi tidak mandiri secara ekonomi. Jadi seperti membagi penderitaan dengan perempuan lain," imbuh Musdah.Bukankah poligami mengikuti sunah Nabi Muhammad? "Lho, sunah Nabi itu luas, kenapa yang disorot hanya poligami. Hidup itu juga ibadah. Lagi pula sepertinya visi poligaminya berbeda," kata perempuan yang lahir pada 3 Maret 1958 ini.Dijelaskan dia, visi Nabi berpoligami adalah untuk mengangkat martabat beberapa perempuan di masyarakat. Namun kini, terkadang poligami dijadikan pilihan daripada melakukan perzinaan."Padahal pilihannya itu bukan poligami atau zina, tapi monogami dan bahagia. Lalu, kalau berpoligami apa ada jaminan suami tidak akan macam-macam. Jadi tidak hanya perlu manajemen kalbu tapi juga manajemen syahwat," lanjut Ahli Peneliti Utama Litbang Depag ini.Meski demikian, poligami adalah tetap pilihan. Dia pun mempersilakan orang yang ingin mempraktekkan poligami, asalkan ada pernyataan tegas dari istri tua untuk bersedia dipoligami."Meski mungkin soal nafkah uang bisa adil, tapi kalau cinta saya rasa kok tidak bisa ya," tandasnya. (nvt/nvt)


Berita Terkait