Rokok Panikkan Jamaah Haji di Hotel Elyas Center II Madinah
Rabu, 06 Des 2006 03:34 WIB
Madinah -
Merokok ternyata tidak hanya mengganggu kesehatan tubuh. Kebiasaan buruk ini ternyata juga dapat membuat ratusan orang panik. Kok bisa?Begitulah yang dialami ratusan jamaah haji Indonesia yang menempati Hotel Elyas Center II Madinah, Selasa (5/12/2006) sekitar pukul 14.30 waktu Madinah. Secara tiba-tiba saja, alarm kebakaran hotel berlantai 14 itu tersebut berbunyi. Secara sontak, suara alarm yang meraung-raung itu membuat para jamaah blingsatan. Apa lagi tak lama kemudian terdengar suara orang berteriak-teriak. "Kebakaran... Kebakaran!"Teriakan yang tak jelas juntrungannya itu membuat para jamaah panik. Tas jinjing, koper besar, dan semua barang yang memungkinkan dibawa, disabet keluar. Para jamaah yang berhasil keluar langsung menjauh dari hotel.Tampak ibu-ibu yang tak sempat memakai kerudung. Rambut dan baju mereka tampak awut-awutan. Bahkan seorang ibu yang mengaku dari lantai 12, mendatangi petugas sektor 1, sambil menangis mengadu, "Ada kebakaran di kamar 1210." Para jamaah kemudian melihat-lihat bagian atas hotel, mencari kepulan asap atau jilatan api. Tapi senyap, tak ada api dan asap. Kepala Sektor I, Inam, dan seorang mahasiswa tenaga musiman, Aep Saepulloh, yang bertugas sebagai penerjemah, memberanikan diri naik ke atas. Meski berbahaya, mereka naik lift. "Kalau naik tangga kelamaan. Sebenarnya saya deg-degan, tapi insya Allah, demi melayani jamaah, saya siap jiwa raga," kata mahasiswa S2 Universitas Al-Azhar Kairo itu. Mereka langsung menuju lantai 12. Berbagai sumber di lantai dasar juga menyebutkan, kebakaran berpusat di lantai 12, 13, atau 14. Begitu tiba di lantai 12, petugas Sektor 1 itu menuju ruangan yang dipakai sebagai musholla. Di sana ditemukan 15 orang jamaah asal Madura yang tengah ngobrol bersila, semuanya menyulut rokok. Wajah mereka tampak santai, seolah tak tahu di luaran banyak orang panik. "Bau asapnya menyengat sekali," kata Aep. Usut punya usut, ternyata alarm tadi sebagai reaksi sensitif akibat panas rokok yang berlebihan. Anehnya, para perokok yang menjadi penyebab ratusan orang panik itu justru tampak relaks menikmati rokok. "Kok Bapak tidak turun, kan ada alarm," tanya Aep. "Oh tadi alarm ya, saya kira suara lonceng," jawab seorang jamaah berlogat Madura dengan santai.Di jalanan dekat hotel, dua mobil pemadam kebakaran sudah siap siaga. Tentu buat sekadar memadamkan 15 batang rokok tak perlu mobil pemadam. Para petugas pemadam pun, setelah diberi penjelasan, akhirnya meninggalkan lokasi, sambil tersenyum geli.
(djo/nvt)










































