Sultan dan Arifin Panigoro Jadi 'Murid' SD Gondosuli
Selasa, 05 Des 2006 19:16 WIB
Bantul - Usai meresmikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gondosuli, Imogiri Bantul, pimpinan Medco Group Arifin Panigoro, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sri Sultan Hamengku Buwono X dan Bupati Bantul Idham Samawi menjadi murid. Mereka duduk di kursi dan meja baru di kelas V sambil mendengarkan pelajaran dari guru. Namun para murid-murid SDN Gondosuli justru berada di luar kelas dan menyaksikan mereka dari jendela kelas. Meski seolah-olah menjadi murid sekolah betulan, mereka duduk dan melipat kedua tangan di atas meja dan terus mendengarkan keterangan Kepala Sekolah (kepsek) SDN Gondosuli, Alfiah. Sultan dan Arifin duduk di meja paling depan. Di belakang mereka berdua, ada beberapa pimpinan Medco Group seperti Gustiaman Deru yang turut memberikan bantuan langsung sebesar Rp 250 juta untuk pembangunan gedung sekolah yang roboh.Istri Arifin Panigoro berada di bangku lain di sebelah kiri. Sedang Idham Samawi beserta istri dan tokoh politik Sophan Sophian berada di deretan bangku bagian belakang. "Silakan ibu bercerita, kami ini sekarang jadi murid," kata Sultan meminta Alfiah menceritakan pengalaman dia saat gempa bumi 27 Mei. Alfiah kemudian maju ke depan dan di hadapan Arifin menceritakan kondisi sekolah setelah gempa yang seluruh bangunan roboh. Saat datang ke sekolah, dirinya bersama guru-guru lainnya hanya menangis karena bangunan hancur rata dengan tanah.Murid-murid sekolah kelas I-VI yang berjumlah 210 siswa terpaksa belajar di tenda darurat yang panas. Saat mereka belajar banyak siswa yang tidak bisa konsentrasi karena keluar keringat terus menerus. "Selain trauma, mereka juga mengaku kepanasan," kata dia. Mendengar penuturan Alfiah selama lebih kurang 10 menit itu, Sultan dan Arifin manggut-manggut. Sultan juga sempat mengecek kekuatan meja dan kursi kayu yang masih baru terbuat dari bahan kayu jati. Kursi yang seharusnya untuk duduk murid SD itu tampak kokoh, meski digoyang-goyangkan oleh orang dewasa.Menurut Alfiah, dibangunnya kembali SDN Gondosuli di Desa Sriharjo Imogiri ini lebih bagus dibandingkan bangunan sebelum gempa. Pengerjaan juga lebih cepat dari yang direncanakan dari 4 bulan, tapi dapat diselesaikan dalam waktu 3,5 bulan.Semua ruang kelas yang berjumlah 6 lokal itu berlantai keramik warna putih. Tiga buah ruang kelas di desa bisa digunakan untuk ruang petemuan dengan papan knock down atau mudah bongkar pasang. Demikian pula musala, ruang guru, ruang perpustakaan dan sanitasi juga tampak lebih bagus. Halaman depan sekolah diratakan dengan pavingblock.
(bgs/asy)











































