Lahar Merapi Terbawa Air, Longsor & Banjir Ancam DIY
Selasa, 05 Des 2006 16:25 WIB
Yogyakarta - Sebagian wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) rawan bencana banjir dan tanah longsor. Banjir bisa mengancam wilayah Sleman, Kota Yogyakarta dan Bantul bila material atau lahar Merapi terbawa air. Sedang wilayah pegunungan di Gunungkidul dan Kulonprogo rawan terjadi tanah longsor.Hal itu diungkapkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X rapat koordinasi antar Tim Interdep dengan Jajaran Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satkorlak PB) Provinsi DIY, di Gedung Pracimosono, Komplek Kantor Gubernur di Kepatihan, Selasa (5/12/2006)."Semua rawan bencana banjir dan tanah longsor apalagi memasuki musim penghujan. Setelah terjadi gempa bumi bulan Mei lalu, banyak retakan ataupun rekahan di daerah perbukitan," katanya.Menurut dia, warga masyarakat yang berada di daerah rawan bencana sudah berulang kali diingatkan. Namun sampai sekarang, mereka masih bertahan di tempat itu karena memang tidak mempunyai pilihan lain untuk mengamankan diri."Ini memang situasi yang sulit, di satu sisi kita selaku aparat pemerintah berkewajiban untuk memberikan perlindungan dan keamanan warga, tapi ada keterbatasan yang kita miliki, kita belum seluruhnya dapat memenuhi kewajiban tersebut," katanya.Sadar akan adanya keterbatasan itu, pihaknya pada musim penghujan ini berusaha mengantisipasi terjadi bencana banjir dan longsor. Minimal warga yang tinggal di daerah rawan bencana sudah diberitahu akan adanya ancaman tersebut."Yang bisa dikerjakan adalah tindakan antisipasi yaitu bagaimana mencegah terjadinya korban jiwa maupun kerugian yang semakin banyak dan selalu koordinasi dan cek ulang berbagai fasilitas yang kita miliki," katanya.Beberapa daerah selatan Provinsi DIY yang rawan banjir di antaranya di Kecamatan Pengasih, Temon, Panjatan, Galur, Kabupaten Kulonprogo. Selanjutnya di Kabupaten Bantul antara lain Kretek, Pundong, Imogiri dan Sedayu. Sedang daerah yang berpotensi tanah longsor ada di Jalan Wonosari, Karangmojo, Semin dan Blimbing. Tanah longsor dikhawatirkan juga mengancam sekitar Jalan Sambipitu, Nglipar, dan Jatirejo.Sementara itu Deputi Bidang Penanggulangan Bencana Alam Bakornas Pusat, Tabrani menambahkan di musim penghujan ini, bencana yang harus diantisipasi tidak hanya sekadar tanah longsor, banjir dan lahar dingin saja. Tetapi ada juga bencana lainnya yang sewaktu-waktu bisa mengancam. Masyarakat tetap diimbau agar tidak perlu risau. Sebab berdasarkan ramalan cuaca, pada tahun ini kemungkinan bencana banjir tidak akan separah tahun lalu. "Kita berdoa saja, mudah-mudahan, curah hujan yang akan turun nanti tidak akan menimbulkan banjir. Namun demikian kita juga harus menyiapkan diri," kata Tabrani.
(bgs/nrl)











































