Skandal Seks di DPR
Permadi: Kamar Anggota Dewan Jadi Saksi Bisu
Selasa, 05 Des 2006 13:44 WIB
Jakarta - Sebenarnya, skandal seks anggota DPR dengan perempuan-perempuan cantik bukan hanya monopoli anggota DPR dari Partai Golkar, Yahya Zaini. Banyak anggota dewan terhormat yang melakukannya. Tapi, mereka pintar menyembunyikannya. Ruang kerja anggota DPR di gedung DPR menjadi saksi bisu. "Yahya Zaini hanya ketiban sial. Ini sudah biasa, kamar-kamar anggota dewan jadi saksi bisu," kata anggota DPR dari PDIP Permadi saat berbincang-bincang dengan detikcom, Selasa (5/12/2006). Permadi tidak membantah adanya praktek main perempuan di gedung dewan. Dan menurut dia, sebenarnya tidak hanya di gedung DPR saja praktek ini berlangsung. Di gedung-gedung pemerintahan, praktek haram ini juga tumbuh subur. "Jangan hanya anggap di DPR saja, tapi di gedung pemerintahan atau di TNI/Polri juga sama," ujar politisi yang sering mengenakan pakaian serba hitam itu. Praktek ilegal semacam ini sudah terjadi sejak lama, turun temurun hingga sekarang. "Makanya saya bilang, sekarang ini zaman edan, kalau nggak ikut edan, ya tidak kebagian," ujar Permadi terkekeh. Tentang praktek skandal seks di DPR, Permadi menyatakan, anggota dewan bisa saja ada affair dengan sekretarisnya, penjaja barang dan jasa, dan wanita-wanita lainnya. Selama ini, tidak pernah ada razia, karena praktek ini bersifat pribadi. Di dalam forum resmi, skandal-skandal seks seperti ini juga tidak pernah dibahas secara serius. Sepertinya, skandal seks seperti ini bukan masalah .Permadi mengaku juga pernah mendapat godaan wanita di gedung DPR. "Kalau nggak pernah mendapat godaan, ya bukan anggota DPR," kata Permadi. Lantas bagaimana strategi untuk menolak godaan itu? "Sebenarnya, kalau kita berani bilang 'tidak' ya sudah selesai. Banyak juga anggota dewan yang berani menolak praktek-praktek semacam itu," tutur dia. Saat ditanya apakah praktek main perempuan di gedung DPR perlu dihentikan, karena DPR merupakan lembaga negara, Permadi menjawab, "Siapa sih yang berani menghentikan? Nanti orang-orang saling tuding dan ramai."Sementara anggota DPR lainnya, Eva Kusuma Sundari, juga mengakui adanya skandal seks yang dilakukan anggota dewan. Dalam sebuah media, Eva dengan lugas menyatakan ada germo yang beroperasi memasok penyanyi-penyanyi dangdut untuk disodorkan kepada para politisi. Wah! Wah!
(asy/nrl)











































