Teknologi Antariksa Bakal Tanggulangi Bencana Alam
Selasa, 05 Des 2006 12:29 WIB
Jakarta -
Teknologi antariksa kini tidak lagi menjadi monopoli dunia militer. Penanggulangan bencana alam pun kini bisa memanfaatkan teknologi tersebut.14 Negara yang tergabung dalam Asia Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) berupaya mengaplikasikan teknologi antariksa untuk kepentingan masyarakat luas.Karena itu penanggulangan bencana alam menjadi isu penting yang dibahas dalam sidang tahunan ke-13 APRSAF yang digelar di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, 5-7 Desember 2006."Dulu masyarakat mengenal teknologi antariksa hanya untuk kepentingan militer, namun sekarang APRSAF mengembangkan teknologi antariksa untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas, seperti penanggulangan bencana alam," ungkap Kepala Deputi Remote Sensing Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Bambang Teja Sukmana di sela sidang tahunan APRSAF, Selasa (5/12/2006).Sidang tahunan APRSAF kali ini mengusung tema 'Work Together Building A Secure and Prosperous Society'.Forum ini merupakan kumpulan berbagai lembaga antariksa dan organisasi lainnya di kawasan Asia Pasifik. Di Indonesia yang menjadi anggota APRSAF adalah LAPAN. Sidang diikuti 14 negara, antara lain Malaysia, Jepang, Korsel, Thailand, Cina, dan Kamboja.Terselenggaranya sidang ini diprakarsai Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) dan Ministry of Education, Culture, Sport, Science, and Technology of Japan (MEXT).Selain mendiskusikan berbagai isu terkini tentang antariksa, sidang juga membahas kelanjutan kerjasama Indonesia-Jepang dalam pembuatan mikro satelit untuk penanggulangan bencana alam.
(umi/sss)










































