Seks dan Kekuasaan Memang Dekat
Selasa, 05 Des 2006 09:24 WIB
Jakarta - Terungkapnya video syur berisi adegan intim anggota DPR dan artis dangdut menegaskan kembali bahwa hubungan antara kekuasaan dan seks teramat dekat. Bahkan keduanya telah membudaya sebagai satu kesatuan sejak zaman dulu."Seks selalu dekat dengan kekuasaan. Itu sudah dari dulu, raja, adipati selalu mempunyai selir dan perempuan simpanan. Bahkan dalam suluk Gotoloco-Dharmo Gandul itu sudah diceritakan," kata pengamat budaya politik Dr Dede Oetomo dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (5/12/12006).Hubungan itu, menurutnya, selalu berpola. Untuk melancarkan deal-deal politik tertentu, seks bisa menjadi bumbu yang menarik."Bahwa deal-deal politik atau bisnis, hampir selalu menambahkan seks sebagai bumbunya. Semacam beyond yang melancarkan hubungan itu," tambah mantan dosen Universitas Airlangga itu.Dari keyakinan itu, pengamat yang sekaligus aktivis kesetaraan gender ini meyakini bahwa kasus yang menimpa Yahya Zaini hanya sebagian kecil dari fakta yang ada. Ia menduga masih banyak politisi yang melakukan hal serupa, hanya saja semua ingin menutupinya."Yahya hanya sedikit saja dari yang lainnya. Tapi pada munafik semua. Pada zaman Soeharto, mantan Menteri Pariwisata Joop Ave terbukti, tapi karena kondisi politik waktu itu, tidak sampai terbuka sepenuhnya," pungkasnya.
(Ari/bal)











































