Waspadai Kejahatan Terhadap Jamaah Haji
Selasa, 05 Des 2006 07:52 WIB
Jakarta - Ancaman terhadap jamaah haji di Tanah Suci bukan semata-mata masalah kesehatan saja. Mereka juga kerap menjadi incaran mafia kejahatan. Waspadalah!Dari tahun ke tahun, berbagai peristiwa kriminal selalu mewarnai kegiatan ibadah haji di tanah suci. Aksi tipu menipu hingga kejahatan dengan kekerasan bukan barang aneh. Berbagai modus atau cara di lakukan para pelaku terhadap jamaah haji yang kebanyakan berhati polos.Demikian seperti yang dilaporkan wartawan detikcom Djoko Tjiptono langsung dari Makkah, Saudi Arabia, Selasa (5/12/2006). Seorang tenaga musiman yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, kejahatan terhadap jamaah haji selalu meningkat menjelang puncak musim haji. Sebab pada saat itu suasana kota Makkah dan Madinah akan sangat ramai. Jumlah jamaah yang datang sangat tidak sebanding dengan para petugas, baik dari Arab Saudi maupun dari setiap negara.Ada gula ada semut. Para penjahat ini melihat jamaah haji sebagai mangsa yang empuk. Sebab sebagian besar dari mereka, khususnya jamaah dari Indonesia, adalah orang-orang polos. Mereka tidak mau berprasangka buruk terhadap seseorang di tanah suci. Dosa!"Kondisi ini dimanfaatkan banyak orang untuk melakukan aksi kejahatan. Caranya ada yang halus seperti penipuan, ada juga yang kasar yakni main todong atau pukul," kata dia.Untuk kasus penipuan biasanya yang menjadi sasaran adalah para jamaah yang melaksanakan haji tamattu. Seseorang yang melaksanakan haji tamattu diwajibkan untuk membayar Dam (denda) satu ekor kambing. Bisanya si pelaku akan datang dengan berpura-pura sebagai ustad, tentu lengkap dengan jubah dan sorban.Kepada korbannya, mereka menawarkan diri siap mengurus pembayaran Dam. Biasanya harga Dam yang ditawarkan si pelaku lebih murah dibandingkan jika jamaah harus membayar di tempat resmi. Jika di tempat resmi sekitar 400 riyal, maka mereka menawarkan cukup 200 Riyal.JIka korban setuju, ada dua kemungkinan tindakan yang diambil pelaku. Pertama langsung kabur membawa uang korban. Kedua, dia akan menunjukan bagian tubuh kambing (biasanya hati atau kepala) kepada jamaah sebagai bukti hewannya sudah disembelih. Padahal dia membeli bagian tubuh itu di pasar.Rawannya aksi kejahatan terhadap jamaah haji ini dibenarkan oleh Kepala Staf Teknis Urusan Haji Indonesia Nur Samad Kamba. Pelakunya adalah orang-orang lama alias para mukimin (WNI yang menetap di Arab Saudi) sendiri."Mereka berpura-pura jadi mahasiswa, atau ulama. Biasanya mereka mengikuti rombongan jamaah yang pergi umroh dulu (haji tamatu). Mereka kemudian berbicara dengan satu orang dan seterusnya masuk ke dalam regu. Baru kemudian mengatakan sanggup menyalurkan Dam," kata Nur Samad.Para pelaku sangat lihai dan mempunyai berbagai cara dalam menjalankan aksi kejahatannya. Untuk itu dia mengingatkan agar para jamaah haji selalu waspada dan tidak mudah percaya mulut manis orang yang tidak terlalu dikenalnya."Jangan bawa uang yang berlebihan jika hanya ingin ke masjid. Simpan saja uang di safety box hotel. Kita sudah mewajibkan setiap hotel memiliki safety box," kata Nur Samad.Khusus masalah pembayaran Dam, dia mengingatkan sebaiknya disalurkan kepada lembaga resmi yakni salah satunya Bank Pembangunan Islam. Meski harganya jauh lebih mahal, tapi penyaluran Dam bisa lebih terjamin."Tapi secara pribadi, seharusnya uang Dam masuk dalam Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Kemudian kita mewajibkan Arab Saudi mengimpor (kambing) dari kita, kemudian di potong di sini. Setelah dipotong dagingnya dikirim lagi ke Indonesia. Menurut saya itu yang paling aman," ungkap Nur Samad.
(djo/bal)











































