Bagasi Diberangkatkan ke Makkah Sebelum Jamaah

Bagasi Diberangkatkan ke Makkah Sebelum Jamaah

- detikNews
Selasa, 05 Des 2006 06:29 WIB
Makkah - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah mempersiapkan berbagai hal terkait perpindahan jamaah haji dari Madinah ke Makkah pada 7 Desember. Termasuk soal pengiriman bagasi para jamaah haji."Kita sedang merancang protapnya, apakah bagasi itu diangkut sehari atau 12 jam sebelum jamaah berangkat," kata Kepala Staf Teknis Urusan Haji Indonesia, Nur Samad Kamba, di kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, Selasa (5/12/2006), seperti dilaporkan wartawan detikcom Djoko Tjiptono langsung dari Makkah.Terkait hal ini, PPIH terus melakukan koordinasi dengan perusahaan kargo yang akan dipakai. Pemerintah akan mewajibkan perusahaan kargo ini menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai pihak terkait, seperti muasasah. Sebab pada dasarnya tugas utama pengurusan bagasi setelah sampai di gedung itu adalah urusan muasasah."Jadi perusahaan ini kita wajibkan berkordinasi sehingga punya akses masuk sampai ke lantai atas. Barang-barang jamaah yang tinggal di lantai atas diangkut terlebih dahulu sehingga nanti tidak ada antrean di bawah," ungkap Nur Samad.Meski demikian, Nur Samad juga berharap jamaah haji ikut membantu memperlancar proses pemindahan barang-barang ini. Salah satu caranya adalah dengan tidak menambah tanda warna (pita) pada tas masing-masing. Penambahan warna hanya akan membuat petugas kargo kebingungan."Sekarang sedang kita sosialisasikan agar warna pita kopor satu saja. Jamaah jangan menambahkan warna-warna lain sehingga membuat bingung petugas," tutur Nur Samad.Petugas Haji Harus SiagaUntuk menjaga kelancaran perpindahan jamaah haji ini, Nur Samad mengingatkan kepada para petugas untuk selalu siap siaga. Dia tidak segan-segan mengambil tindakan tegas kepada para petugas yang tidak ada ketika jamaah haji tiba."Kami ingatkan kepada semua petugas untuk berada di tempat pada waktu jamaah tiba, apalagi kepala sektornya. Jika tidak itu sangat fatal, dan akan saya laporkan kepada menteri. Jadi kita (petugas) harus betul-betul menjadi pelayan dan jamaah haji harus merasakan keberadaan kita," kata Nur Samad. (djo/bal)


Berita Terkait