Petugas Yang Larang Jamaah Makan di Hotel Diminta Dipecat
Selasa, 05 Des 2006 06:19 WIB
Madinah - Pemerintah menanggapi serius kasus larangan makan di dalam Hotel Al Dhakeel, Madinah, terhadap jamaah haji Indonesia. Petugas hotel yang melarang jamaah makan diminta dipecat.Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Teknis Urusan Haji Indonesia, Nur Samad Kamba di kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, Arab Saudi, Selasa (5/12/2006), seperti dilaporkan wartawan detikcom Djoko Tjiptono dari Madinah."Saya sudah meminta kepada kementerian haji Arab Saudi untuk memecat orang yang melarang jamaah makan di dalam hotel dipecat. Memangnya hotel lebih bersih dari jamaah. Masak iya gara-gara jamaah makan di kamar kemudian hotelnya kotor," kata Nur Samad.Menurut Nur Samad, sikap tegas ini diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang karena hanya merugikan jamaah haji saja. Sebenarnya sejak awal pihaknya sudah mengingatkan kepada majmuah agar jangan sampai ada hotel yang melarang jamaah makan di dalam kamar.Diakui Nur Samad, peristiwa seperti ini memang kerap terjadi pada musim haji tahun lalu. Namun untuk tahun ini, peristiwa tersebut baru terjadi pada jamaah yang menempati Hotel Al Dhakeel, Madinah."Tidak ada laporan dari hotel lain mengenai kejadian ini. Jika ini terjadi, kita akan dorong jamaah pindah hotel. Kalau jamaah keluar berarti jatah majemuah itu berkurang dan mereka akan rugi sendiri," ungkap Nur Samad.Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan jamaah yang menempati Hotel Al Dhakeel, Minggu (3/12/2006) melakukan aksi protes karena merasa diperlakukan tidak manusiawi. Para petugas hotel tersebut melarang perusahaan catering yang membawa makanan jamaah masuk ke dalam hotel. Bahkan sejumlah makanan yang sudah sampai ke tangan jamaah diambil kemudian dibuang.Akibat perlakukan tersebut, para jamaah yang berasal dari embarkasi Ujung Pandang ini beramai-ramai keluar hotel dan minta dipindahkan ke hotel lain. Beruntung petugas haji Daker Madinah segera datang dan bisa mengendalikan situasi. Para jamaah haji tersebut dipindahkan ke hotel Surfah, yang letaknya justru lebih dekat dengan Masjid Nabawi.
(djo/bal)











































