Upah Kecil, Buruh Banyak yang Jomblo & Kawin Kontrak
Senin, 04 Des 2006 17:51 WIB
Jakarta - Kasihan. Gara-gara upah yang kecil, banyak buruh yang enggan membangun rumah tangga. Alhasil banyak buruh yang jomblo dan kawin kontrak."Buruh banyak yang enggan berkeluarga karena khawatir tidak mampu menghidupi keluarganya dengan gaji kecil. Makanya banyak yang jomblo dan kawin kontrak," ujar Koordinator Aliansi Buruh Menggugat Anwar Ma'ruf.Hal itu disampaikan dia dalam acara diskusi tentang pengupahan di Gedung Joeang 45, Jl Menteng Raya, Jakarta, Senin (4/12/2006).Menurutnya, dengan menetapkan upah murah, mengindikasikan pemerintah telah didikte oleh rezim pemerintahan masa lalu. Apalagi UU 2/2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial sebagai dasar penetapan upah telah menjadikan fleksibilitas masa kerja dan sistem outsourcing sebagai penentu upah."Pasar kita tidak terlindungi, terlebih dengan adanya produk Cina yang menghantam produk Indonesia," kata Anwar.Dalam pengupahan, lanjut dia, harus memperhatikan kebutuhan fisik. Buruh juga membutuhkan jaminan kesehatan dan uang makan. Selain itu, sisi mental dan sosial buruh juga harus diperhatikan."Selama ini martabat buruh kerap dipandang rendah karena pengetahuan yang terbatas akibat minim dana untuk mengakses informasi, baik dari surat kabar atau internet," ujar Anwar.
(nvt/sss)











































