Iri dengan Cina & Jepang, Korsel Ikut Gandeng RI
Senin, 04 Des 2006 12:41 WIB
Jakarta - Indonesia dan Korea akan meningkatkan kerjasama di bidang energi, terutama energi nuklir. Peningkatan kerjasama itu akan dituangkan dalam penandatanganan MoU kedua negara, Senin (4/12/2006) pukul 14.00 WIB."Korea ingin tanda tangani kerjasama untuk lebih lagi meningkatkan kerjasama di bidang pertambangan dan energi. Kita bilang oke selama MoU itu kan G to G," kata Menteri ESDM Purnomo di Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.Korea ingin meningkatkan kerjasama dengan Indonesia karena mereka "iri" dengan negara lain yang sudah kerjasama dengan Indonesia. "Mereka melihat hubungan Indonesia yang begitu intensif dengan Cina dan Jepang, mereka juga ingin karena perusahaan mereka juga banyak di sini. Dan mereka ingin itu bisa ditingkatkan," cetusnya.Peningkatan kerjasama itu meliputi semua sektor."Ya pertambangan dan energi terutama. Tekanannya pada energi dan ada pertambangannya. Salah satunya nuklir dan listrik. Nuklir menjadi bahan pertimbangan kita karena mereka mengembangkan PWR, pressurised water reactor," ujarnya.Purnomo menuturkan, pemanfaatn teknologi PWR sebenarnya sudah dikembangkan di Indonesia. "Kalau kita pergi ke Batan itu ada reaktor swasabessi ada ekuivalen 30 MW walaupun itu untuk kebutuhan non energi. Jadi untuk kebutuhan kesehatan, kalau kita lihat teman-teman di sana sudah dipersiapkan dan sudah melaksanakan dengan PWR," ungkapnya.Selama ini, selain Korea, sudah ada negara lainnya yang mengembangkan PWR. "Ada empat negara yang sedang intensif melaksanakan itu. Yaitu Prancis, Jepang, Korea dan AS. Dan AS mengatakan ada yang lebih moderen lagi yaituBWR (Boilled Water Reactor)," ujarnya.
(mar/nrl)











































