25 Ton Bantuan untuk Korban Durian
Senin, 04 Des 2006 16:12 WIB
Jakarta - Sebagai bentuk belasungkawa dan solidaritas, Pemerintah Indonesia mengirim bantuan kemanusian untuk penanganan tanggap darurat bagi para korban bencana topan Durian di Filipina. "Telah diberangkatkan dua pesawat Hercules berisi 25 ton bantuan berisi obat, tenda, makanan instan, minyak goreng, makanan bayi dan pakaian agar segera disalurkan pada para koban musibah," kata Jubir Kepresidenan, Dino Pattidjalal, di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (4/12/2006). Bantuan yang pengadaannya dikoordinasikan Departemen Sosial itu adalah barang-barang paling dibutuhkan di hari-hari pertama tanggap darurat. Hal ini didasarkan pada pengalaman Indonesia dalam menangani berbagai bencana alam yang mendera Tanah Air sepanjang dua tahun terakhir. Menurut Dino, pada pukul 09.00 WIB, Presiden SBY)menelepon Presiden Filipina, Gloria Macapagal Arroyo, untuk menyampaikan rasa duka mendalam atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia. Sekaligus pada pembicaraan tersebut, SBY menanyakan bentuk bantuan spesifik yang dibutuhkan Filipina dalam proses tanggap darurat. Seperti bantuan tim SAR atau tenaga medis. "Jadi kita masih menunggu jawaban kalau ada yang dibutuhkan lebih lanjut. Bantuan sejauh ini masih diberikan dalam bentuk barang," sambungnya. Lebih lanjut Dino mengatakan, pemerintah RI yakin di bawah kepemimpiman Presiden Arroyo rakyat Filipina sanggup menghadapi dan mengatasi musibah tersebut. Diharapkan persiapan dan pelaksanaan KTT ASEAN pertengahan bulan ini di Cebu tidak terlalu banyak terganggu. "Sedikit banyak ini musibah akan mempengaruhi KTT ASEAN di Cebu mendatang. Kita tahu persiapannya terus berjalan," ujarnya.
(lh/nrl)











































