Tewas Dilempar Batu Guru
Teman SMA Ikbal Unjuk Rasa
Senin, 04 Des 2006 13:58 WIB
Makassar - Kasus kematian Ikbal -- murid yang tewas karena dilempar batu oleh gurunya -- belum tuntas. Sekitar 20 orang siswa SMU mendatangi DPRD Gowa, Jl Mesjid Raya. Namun niat bakar ban di tengah jalan digagalkan polisi. Aksi dimulai pukul 10.00 Wita. Para siswa yang mengatasnamakan Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Gowa mendatangi Gedung DPRD Gowa. Awalnya, para mahasiswa secara bergantian melakukan orasi di depan gedung dewan. "Kepala sekolah harus bertanggung jawab dengan kasus ini," tutur Amirullah, salah seorang siswa. Para siswa ini sebenarnya menuntut agar anggota dewan bersikap atas kejadian yang menimpa Ikbal, siswa SMU Negeri 1 Sungguminasa yang tewas karena terkena lemparan batu gurunya, beberapa hari yang lalu. Usai berorasi, para siswa ini lalu membakar 2 ban bekas yang mereka bawa. Asap tebal pun mengepul di tengah jalan mesjid raya. Lantaran pembakaran ini, tentu saja arus lalu lintas menjadi terhambat. Melihat ulah para siswa, aparat kepolisian lalu membubarkan aksi. Akibatnya, sempat terjadi adu mulut antara aparat dan pengunjuk rasa. Bahkan , salah seorang siswa sempat didorong oleh aparat yang berjaga. Para pengunjuk rasa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 12.00 Wita. Aksi ini sebenanrnya bukanlah aksi pertama terkait kematian Ikbal. Para siswa ini beberapa hari yang lalu juga sempat melakukan aksi tabur bunga di depan SMU Negeri 1 Sungguminasa. Sekadar diketahui, Ikbal meninggal karena dilempar batu oleh guru olah raganya, Sukardi. Saat itu, Sukardi menegur siswanya dengan melemparkan batu.
(gun/nrl)











































