Karyawan Ambulans 118 Mogok, Panggilan Darurat Diabaikan
Senin, 04 Des 2006 13:08 WIB
Jakarta - Mogoknya ratusan karyawan Ambulans Darurat 118 membawa kerugian besar. Belasan panggilan darurat tidak bisa dilayani."Sudah ada 15 panggilan, tapi kita tidak bisa melayani. Kita lumpuh, mau bagaimana lagi," kata Kepala Operasional Ambulans Darurat 118 Irawan A di kantornya, Jl Sunter Permai Raya Kav 1, Ancol Podomoro, Jakarta Utara, Senin (4/12/2006).Menurutnya, pada hari biasa ada 40-60 panggilan yang membutuhkan bantuan 118. Namun kini semua panggilan tersebut tidak bisa dilayani. Irawan sangat menyesali aksi mogok tersebut."Ini menelantarkan pasien. Mestinya kalau demo tetap bisa melayani. Pasien jangan ditinggalkan," kritiknya.Sebenarnya, jauh-jauh hari, Irawan dan staf-staf yang tidak mogok mempersiapkan kendaraan cadangan. Tetapi mobil-mobil itu tidak bisa keluar pool karena pintu pool terlanjur disegel."Tadi beberapa staf mau keluar melayani panggilan, tapi terlanjur ditutup. Jadi pelayanan ditangani puskesmas terdekat," ujarnya.Sementara aksi menuntut status karyawan dan penurunan ketua Yayasan Gawat Darurat 118 Aryono Junet Pusponegoro, terus berlanjut. Beberapa perwakilan paramedik tengah bernegosiasi dengan pengurus Yayasan Ambulans Darurat 118.Namun sepertinya kedua pihak belum menemukan kata sepakat. Peserta aksi lain hingga pukul 13.00 WIB tengah beristirahat siang di tengah hujan gerimis.
(fay/sss)











































