Bawa Tema Taubat, Aa Gym Tetap Ditanya Poligami
Senin, 04 Des 2006 10:03 WIB
Bandung - Pernikahan kedua Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dengan Alfarini Eridani (37) masih menyedot perhatian masyarakat. Meski dalam ceramah subuh, Senin (4/12/2006), Aa Gym sudah berusaha membahas tema lain, toh para jamaah masih tetap mengungkitnya."Ternyata tetap saja masalah ini yang ditanyakan, padahal Aa sudah membawakan tema lain. Mungkin karena ini sangat berkesan. Hari ini Aa tidak akan berkomentar ah, mau jadi pendengar saja," ujar Aa Gym saat mengomentari beberapa penelepon yang berkomentar tentang poligami yang dia lakukan. Aa Gym hadir di depan jamaah di Masjid Daarut Tauhiid di Geger Kalong, Bandung. Acara yang bertajuk MQ ini disiarkan setiap harinya secara langsung oleh 150 radio di dalam maupun luar negeri sejak pukul 05.00-06.00 WIB. Meskipun tema 'taubat nasuha' yang Aa Gym bawakan pada ceramah pagi tadi, baik jamaah yang berada di masjid maupun di rumah bahkan ada beberapa penelepon dari luar negeri, tetap membahas poligami Aa Gym.Usai memberikan tausiah, Aa memberikan kesempatan bagi para penelepon untuk bertanya. Penelepon pertama, seorang bapak dari Cianjur, Gozali. "Banyaknya kecaman dari masyarakat atas apa yang Aa lakukan ini, mungkin karena kurang pahamnya terhadap ajaran agama terutama hukum agama. Saya tidak enak mendengar komentar-komentar mereka yang kata-katanya tidak enak didengar. Saya yakin apa yang Aa lakukan itu adalah benar," ujar Gozali.Mendengar hal ini, Aa Gym berterima kasih kepada penelepon. "Seharusnya ada ulama yang masuk (telepon-red) untuk berkomentar. Kalau Aa bicara ini terus, disangka membela diri," ujar dia. Ucapan selamat juga dilontarkan oleh seorang ibu dari Bandung, Diah. Namun ucapan selamat bukan ditujukan pada Aa Gym, namun kepada teh Ninih. "Saya ucapkan selamat pada Teh Ninih. Mudah-mudahan bisa menjadi contoh tentang poligami," kata dia.Kemudian Diah malah memberikan wejangan kepada Aa Gym agar bisa membimbing istri kedua. "Saya mohon Aa bisa membimbing istri muda agar tahu diri sehingga tidak nakal. Kenapa istri kedua tidak bisa diterima, karena biasanya bapak suka lupa kepada istri pertama dan istri kedua suka nakal," ujar Diah lalu menutup teleponnya. "Hari ini saya adalah pendengar," ujar Aa Gym sambil diselingi tertawa kecil mendengar komentar Diah ini. Selain jamaah dalam negeri, ada juga penelepon dari luar negeri, yaitu dari Jerman, Kairo, dan Jepang. Rata-rata mereka mengaku kaget atas kabar pernikahan kedua Aa Gym ini. Namun meski demikian, mereka mengucapkan selamat atas keluarga baru ulama kharismatik asal Bandung ini.
(ern/asy)











































