Oleh-oleh dari Rusia
Paspampres pun Tak Leluasa
Senin, 04 Des 2006 10:03 WIB
Jakarta - Rusia memang negara yang serba ketat. Bagi warga asing, jangan harap bisa dengan leluasa keluar masuk berbagai tempat tanpa pemeriksaan dan menunjukkan paspor, tak terkecuali Paspampres.Misalnya saja pengalaman saat mengunjungi makam pahlawan tak dikenal Alexander Garden Kremlin, Moskow. Jangan bayangkan makam itu seperti misalnya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Untuk bisa memasuki makam Alexander Garden, di pintu masuk kita harus menyerahkan paspor untuk diperiksa.Dan setelah berada di lokasi makam, semua barang harus diperiksa. Badan diperiksa dengan detektor logam, sementara kamera, ponsel harus dinyalakan untuk dilihat isinya. Jika petugas keamanan oke, baru kita bisa melihat makam yang terkenal dengan api yang tak bisa padam itu. Setali tiga uang adalah saat memasuki Istana Kepresidenan di Kremlin. Di pintu utama istana yang dikelilingi benteng setinggi lebih dari 10 meter itu, paspor harus diserahkan kepada petugas keamanan untuk diperiksa.Setelah itu, kita harus berjalan kaki sekitar 1 kilometer untuk sampai ke gedung utama Istana Kepresidenan Kremlin. Di depan pintu masuk, sekali lagi ada pemeriksaan. Paspor diperiksa, dan barang harus melewati screening. Handphone juga harus diserahkan.Dan jangan harap bisa dengan bebas mondar-mandir di dalam Istana Kremlin. Petugas keamanan siap berjaga. Aturan itu berlaku bagi warga asing yang hendak memasuki Istana Presiden Vladimir Putin itu.Satu hal yang harus diingat juga untuk warga Indonesia yang hendak menunjungi Moskow adalah untuk selalu menjaga baik-baik paspor. Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow pun selalu mengingatkan agar paspor dipegang selalu. Konon, paspor milik orang Indonesia laku keras karena bisa digunakan di berbagai negara sehingga bila dijual secara gelap, bisa mencapai US$ 10.000 atau sekitar Rp 100 juta.Pemeriksaan tidak hanya berhenti di situ. Saat akan menuju bandara Vnukovo-2, pemeriksaan ketat pun tetap berlaku.Seperti saat rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hendak memasuki pesawat untuk pulang menuju Tanah Air pada Sabtu (2/12/2006), yang juga diikuti oleh reporter detikcom Nurul Qomariyah. Pemeriksaan ketat tetap diberlakukan kendati jelas-jelas kita adalah rombongan presiden. Pemeriksaan ketat sudah dimulai saat kita berada di jalan yang menuju bandara. Setiap mobil diperiksa dan harus memperlihatkan pin yang menunjukkan bahwa kita adalah rombongan dari delegasi Indonesia.Setelah memasuki bandara dan hendak menuju ke pesawat, pemeriksaan kembali dilakukan. Seorang petugas Paspampres bahkan harus bersitegang karena tidak diperbolehkan masuk."Kami dari pengamanan presiden," ujar anggota Paspampres itu."Tunggu, Anda tidak boleh masuk," larang petugas keamanan Rusia dengan muka yang sama sekali tidak bersahabat.Baru setelah anggota Paspampres itu menegaskan lagi bahwa dia adalah anggota pengamanan presiden sembari menunjukkan paspor biru, baru ia bisa lolos.Petugas keamanan Rusia juga sempat hendak memeriksa semua kopor bawaan milik rombongan sehingga menyebabkan antrean panjang di pintu pemeriksaan. Padahal Presiden SBY sudah akan tiba. Dan sesuai peraturan, rombongan harus siap satu jam sebelum presiden datang."Satu jam lagi presiden datang, dan kami harus sudah siap," protes seorang anggota rombongan kepada petugas keamanan Rusia. Baru setelah diberi penjelasan panjang lebar, rombongan akhirnya bisa masuk dengan cepat menuju ke pesawat di dalam Bandara Vnukovo-2.Pemeriksaan yang ketat tak hanya dilakukan di Moskow. Di Saint Petersburg, yang notabene adalah kota terbesar kedua setelah Moskow, pemeriksaan juga tak kalah ketat. Bagi warga yang hendak masuk St.Petersburg, pemeriksaan juga dilakukan dengan standar yang sama dengan Moskow.
(qom/nrl)











































