Diperlakukan Tak Manusiawi, Jamaah Haji Pindah Hotel
Senin, 04 Des 2006 08:04 WIB
Madinah -
Akibat diperlakukan tidak manusiawi oleh pihak hotel, ratusan jamaah haji Indonesia protes. Mereka pun beramai-ramai pindah hotel.Kericuhan antara jamaah haji dengan pihak Hotel Al Dakheel itu dilatarbelakangi masalah katering. Pihak hotel melarang katering untuk jamaah haji masuk. Alasannya, kerjasama dengan pihak majemuah (panitia pemondokan jamaah haji) tidak termasuk katering.Pihak hotel melarang catering untuk jamaah dibawa masuk ke kamar. Bila jamaah ingin makan, harus di restoran hotel. Hal ini sungguh merugikan para jamaah."Makanan yang sudah ditangan jamaah diambil kemudian ditendang. Inikan tidakmanusiawi," kata jamaah haji dari kloter 7 embarkasi Ujung Pandang Tadjudin, Senin (4/12/2006).Merasa diperlakukan tidak manusiawi, sekitar 300 jamaah yang menghuni hotelitu akhirnya memilih pindah ke hotel lain. Petugas hotel Al Dhakeel yang sempat menghalang-halangi membuat suasana semakin memanas."Kita sudah mencoba melakukan negosiasi. Oke, katering tidak boleh masuk, tapikembalikan uang kami agar kami bisa makan. Tapi sampai 3 jam, tidak ada solusinya," ungkap Tadjudin kesal.Akhirnya, para jamaah yang sudah kesal itu memilih hengkang dari Hotel Al Dhakeel. Koper dan barang-barang mereka bawa keluar kamar dan ditumpuk di depan hotel.Kondisi ini sangat memprihatinkan. Apalagi banyak jamaah yang sudah berusialanjut. Padahal suhu di kota Madinah saat ini sangat dingin, sekitar 15 derajatcelcius. Malam itu juga para jamaah pindah ke hotel SurfahKepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Ahmad Kartono, menyesalkan kejadian ini. Dia berjanji akan menegur pihak majemuah yang bersangkutan."Saya pikir ini pelajaran bagi majemuah. Mereka harus berhati-hati dalam melakukan kontrak dengan hotel yang disewa," kata Ahmad Kartono.Kartono menambahkan, jika memang terbukti lalai, akan ada sanksi terhadapmajemuah tersebut. Salah satunya, jamaah yang ditanganinya akan dipindahkan ke majemuah lain yang dinilai mampu menangani persoalan tersebut.
(djo/ken)










































