ARV Diberikan Gratis di Rumah Sakit Pemerintah
Minggu, 03 Des 2006 18:09 WIB
Jakarta - 11 Rumah sakit pemerintah menjadi rujukan untuk mendapatkan antiretroviral (ARV) atau obat penghambat virus. Sedangkan rumah sakit privat masih harus membayar."Rumah sakit ini memberikan ARV cuma-cuma bagi ODHA," kata Ketua Pelaksana Harian Komisi Pemberantasan AIDS Provinsi DKI Jakarta (KPAP) Rohana Manggala. Hal itu dikatakan dia usai acara diskusi 'Stop AIDS' di halaman eks kantor Walikota Jakarta Selatan, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu (3/12/2006).ARV ini, lanjutnya, disuplai langsung dari badan kesehatan PBB atau WHO. Namun, imbuhnya, untuk rumah sakit privat dalam mendapatkan ARV masih perlu membayar karena tidak ada subsidi. "ARV gratis baru di rumah sakit pemerintah," tambahnya.11 Rumah sakit yang akan memberikan ARV gratis antara lain, RSCM, RS Dharmais, RSPI Suliyanti Saroso, RS Duren Sawit, RS Fatmawati, RS Persahabatan, RS Tarakan, RS Gatot Subroto, RS Persahabatan, RS Kramat Jati Polri, dan RS TNI AL Mintoharjo.Sementara itu, Ketua KPAP DKI Jakarta, Fauzi Bowo menyatakan, Jakarta akan menjadi percontohan bagi daerah lain dalam penanggulangan AIDS. Untuk itu, dirinya sedang memfokuskan bahaya jarum suntik di penjara."Karena 60 persen AIDS terjangkiti melalui jarum suntik," imbuhnya.Fauzi menambahkan, APBD DKI Jakarta sendiri telah menganggarkan Rp 11 miliar untuk operasional KPAP. Ini rencananya digunakan untuk sosialisai pengobatan.
(wiq/ahm)











































