Komisi IX DPR Disambut Demo di Hong Kong
Minggu, 03 Des 2006 15:56 WIB
Hong Kong - Kehadiran pimpinan dan anggota Komisi IX DPR RI di Hong Kong disambut dengan demo ratusan buruh migran Indonesia (BMI). Buruh kecewa karena anggota dewan yang terhormat itu tidak dijadwalkan untuk bertemu dan berdialog dengan mereka. Para anggota Komisi IX DPR didemo di Taman Victoria Park, Causeway Bay, Hong Kong, Minggu (3/12/2006). Ratusan buruh yang berdemonstrasi ini adalah anggota Indonesian Migrant Workers Union (IMWU). Sejumlah poster dibentangkan, saat sejumlah buruh migran memaksa rombongan Komisi IX untuk mendengarkan masalah mereka. Sejumlah poster tersebut berbunyi 'DPR Wakil Rakyat atau Wakil Pejabat?', 'DPR Wajib Melindungi BMI', 'BMI Sudah Muak dengan Janji-Janji' , dan 'PJTKI Peras BMI Kok DPR Diam.' Seperti informasi yang disampaikan IMWU, para buruh menyayangkan sikap para wakil rakyat yang tak peduli dengan aspirasi mereka. Sejak kedatangan mereka di Hong Kong, Kamis (30/12/2006) malam lalu, 14 pimpinan dan anggota Komisi IX DPR tersebut sama sekali tak mengagendakan pertemuan dengan kelompok atau serikat buruh migran yang ada di Hong Kong. Mereka juga sama sekali tidak melakukan kunjungan ke shelter yang menjadi tempat penampungan para buruh migran bermasalah. Padahal salah satu agenda kunjungan kerja Komisi IX ke Hong Kong adalah mengetahui permasalahan buruh migran, selain soal penanganan kasus flu burung."Seharusnya, kalau pingin tahu permasalahan buruh migran di Hong Kong, mereka mendatangi shelter-shelter yang ada di sini atau ke serikat buruh migran. Bukan hanya menerima informasi sepihak dari KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) di Hong Kong," kata Ketua IMWU Sartiwen. Anggota DPR mengaku bahwa mereka tidak bisa pergi ke shelter atau bertemu dengan organisasi buruh migran karena jadwal yang ditetapkan oleh KJRI tak mencantumkan hal tersebut. Jadwal yang disebut hanya mengatur kunjungan ke laboratorium, Departemen Kesehatan, Asosiasi Penyedia Jasa TKI Hong Kong (APPIH), dan Labour Department di Macau. Namun KJRI mengaku bahwa jadwal itu diatur atas permintaan Sekjen DPR dari Jakarta sehingga mereka tak bisa mempertemukan Komisi IX dengan perwakilan buruh migran.Sikap saling lempar ini membuat gemas buruh migran yang ada di Hong Kong. Mereka kemudian berinisiatif menggelar demonstrasi dan memaksa para wakil rakyat tersebut untuk mendengarkan aspirasi mereka. Rombongan Komisi IX yang dipimpin oleh Ribka Tjiptaning ini akhirnya berada di lokasi tersebut selama satu jam dan mendengar keluhan yang disampaikan oleh buruh migran, mulai dari kasus underpayment, biaya agen yang sangat tinggi, hingga perlakuan pejabat KJRI yang tak simpatik. Lucunya, sejumlah anggota Komisi IX mengaku sama sekali tak tahu kondisi buruh migran karena mereka hanya mendapatkan laporan yang baik-baik.
(asy/nrl)











































