Depkeu & Dephan Akan Bicara Soal Anggaran Alutsista dari Rusia
Sabtu, 02 Des 2006 23:33 WIB
Jakarta -
Departemen pertahanan (Dephan) akan mengkonsultasikan kembali nilai anggaran pembelian peralatan militer dari Rusia dengan Departemen Keuangan (Depkeu). Hal ini dilakukan karena nilai pembelian peralatan yang diajukan masing-masing angkatan melebihi budget."Setiap pengajuan harus berprinsip pada defence capability budget. Dephan akan berkonsultasi dengan Depkeu untuk melihat kemampuan anggaran," kata Sekjen Dephan Sjafrie Sjamsoeddin kepada wartawan dalam penerbangan dari Doha, Qatar menuju Indonesia, Sabtu (2/11/2006).Adapun kebutuhan angkatan daftar belanja alutsista (alat utama sistem senjata) itu adalah, TNI AD akan membeli MI-17 dan heli M1-35 ditambah peralatan dan suku cadang. Sementara untuk TNI AU mengajukan daftar belanja 6 pesawat Sukhoi untuk melengkapi 4 sukhoi yang ada sehingga lengkap menjadi 1 skuadron.Rincian 6 sukhoi yakni 3 unit SU 27 dan SU 30. Dan 6 sukhoi ini diharapkan bisa diperoleh secara bertahap mulai tahun 2007 hingga 2008. Sedang TNI AL mengusulkan 2 unit kapal selam kelas KITO dan tank amphibi."Secara keseluruhan nilai kredit negara mencapai US$ 1 miliar, tapi kalau dilihat dari shoping list diperlukan tambahan jumlah menjadi US$ 1,3 miliar. Dan ini menjadi tugas bersama Dephan, Bapenas serta Depkeu," urai Sjafrie.Sebelumnya, Rusia sepakat memberikan kredit negara atau state credit sebesar US$ 1 milar. Kredit itu akan digunakan untuk membiayai pembelian peralatan militer dari Indonesia sesuai kebutuhan masing-masing angkatan.Kesepakatan itu sudah ditanda tangani bersamaan dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Rusia. Untuk MOU dalam pembelian peralatn militer ini ditandatangani Sekjen Dephan Sjafrie Sjamsoeddin dan menteri hukum Rusia untuk perlindungan Rusia untuk hak-hak intelktual dalam kerjasam tekhnik militer, serta dengan direktur federal kerjasama militer dalam hal bantuan implementasi kerjasa teknis militer."Dalam MOU itu dicantumkan salah satu fasilitas pendanaan yang dapat diperoleh dari Rusia adalah state credit yang merupakan salah satu formulasi pendanaan yang baru bagi Rusia setelah 15 tahun jadi negara federasi," jelas Sjafrie.Lebih lanjut Sjafrie menjelaskan, kredit negara ini memiliki beberapa keunggulan yakni tidak ada premium asuransi dan tidak ada biaya komitmen."Selain itu kredit negara juga bisa berpasangan dengan kredit yang diusulkan bank rusia," tandasnya.
(ndr/ndr)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































