3 Pos Kesehatan Disiagakan di Arafah-Mina
Sabtu, 02 Des 2006 18:57 WIB
Makkah - Pelemparan jumrah di Mina dan wujuf di Arafah dapat memicu gangguan kesehatan terhadap jamaah haji. Untuk mengatasi hal itu, Panitian Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah akan membangun 3 pos kesehatan di lokasi tersebut."Dua pos di Arafah-Mina, sedangkan satu pos lainnya di Musdhalifah," kata Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah Dr Zainuswir Zainoen SpJp, di kantor PPIH Daker Makkah, Sabtu (2/12/2006).Dua pos di Arafah dan Mina akan memberikan pelayanan kesehatan kepada para jamaah yang berada di sana. Tenaga kesehatan dari Jeddah akan ditugaskan di Arafah. Sementara, tenaga kesehatan dari Madinah akan ditugaskan di Mina. Sedangkan tenaga kesehatan yang memiliki pos di Makkah akan tetap dikonsetrasikan di Balai engobatan Haji Indonesia di Makkah. Mereka akan memberikan pelayanan jamaah haji yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dan dirujuk dari pos kesehatan yang ada di Arafah dan Mina. Zainuswir manambahkan, untuk pos kesehatan di Muzdalifah tak dibangun secara permanen. Namun pos tersebut hanya semacam pos bayangan saja. "Kondisi yang sangat padat di Muzdalifah tak memungkinkan kami mendirikan pos secara tetap di Muzdalifah," ujarnya. Kebijkan ini berkaca pada pengalaman tahun lalu, yakni pos kesehatan yang didirikan secara permanen hampir tak berfungsi. Hal Ini disebabkan padatnya jamaah haji yang melalui Muzdalifah dan kondisinya tak memungkinkan pos kesehatan itu mampu menjalankan tugasnya dengan baik. "Jadi pos kesehatan di Muzdhalifah nanti akan menjadi pos yang mobile dan ditandai dengan sebuah bendera merah putih. "Kami juga hanya akan menempatkan satu paramedis dan satu dokter saja," katanya.
(jon/jon)











































