Kontroversi Sumpah Jabatan dengan Alquran di AS

Kontroversi Sumpah Jabatan dengan Alquran di AS

- detikNews
Sabtu, 02 Des 2006 08:38 WIB
Washington - Pengambilan sumpah para anggota terpilih Kongres Amerika Serikat baru akan dilakukan bulan Januari tahun depan, namun kontroversi sudah menyeruak. Sumbernya adalah rencana Keith Ellision, anggota Kongres dari Minnesota untuk menggunakan Kitab Suci Al-quran saat disumpah nanti.Sebagaimana dilaporkan koresponden detikcom di Washington DC, Endang Isnaini Saptorini, rencana Keith Ellison, Muslim pertama yang menjadi anggota Kongres AS itu menyulut kritik kalangan konservatif. Seperti dimuat harian konservatif the Washington Times edisi 1 Desember. Kritikan itu semula didengungkan oleh penyiar radio konservatif Denis Prager yang menganggap niatan Ellison tidak sesuai dengan tradisi Amerika."Dalam kehidupan pribadi anda, kami akan membela hak anda untuk menggunakan kitab apa saja. Bahkan kami akan membela hak anda untuk mempublikasikan kartun yang mengolok-olok injil. Tapi, Amerika dan bukan anda yang menentukan kitab apa untuk menyumpah pemegang jabatan publik," ujar Prager, Jumat (1/12/2006).Kritikan Prager segera diikuti oleh kelompok konservatif lainnya, misalnya the American Family Association yang mendorong para pendukungnya untuk mendesak Kongres meloloskan undang-undang yang mensyaratkan penggunaan Kitab Suci Injil dalam upacara pengambilan sumpah anggota Kongres.Keith Ellison sendiri sepertinya tidak akan mengurungkan niatnya. Ia berpatokan pada Konstitusi AS yang menjamin kebebasan beragama."Konstitusi menjamin setiap orang untuk mengambil sumpah jabatan dengan kitab suci yang mereka yakini. Dan itulah makna dari kebebasan beragama," ujarnya di harian online Minnesota Monitor. (eis/fjr)


Berita Terkait