Efektifitas Kampanye Anti Korupsi Dipertanyakan

Efektifitas Kampanye Anti Korupsi Dipertanyakan

- detikNews
Sabtu, 02 Des 2006 07:51 WIB
Jakarta - Pengakuan tiadanya target yang jelas dan terukur dari KPK dalam kampanye antikorupsi yang dilancarkan lewat media cetak dan elektronik akhir-akhir ini, menjadikan efektifitas kampanye layak dipertanyakan. Bahkan dalam pandangan komunikasi massa, hal itu dapat dikatakan kesalahan besar."Itu kesalahan besar. Harus ada target jangka pendek yang ingin diperoleh dalam kampanye publik seperti itu," ungkap pengamat komunikasi publik Effendi Ghazali ketika dihubungi oleh detikcom, Jumat, (1/12/2006) malam.Menurut dia, KPK dapat mempertimbangkan efek jangka pendek dari kampanye yang dilakukan sehingga dapat dievaluasi secara berkala. Selain itu harus diiringi tindakan nyata dari petugas penegak anti korupsi sendiri."Target itu yang akan menjadi bahan evaluasi untuk program kampanye selanjutnya. Tindakan nyata sebagai simbol keseriusan lebih penting. Jangan tebang pilih dalam penegakan korupsi oleh KPK," ujar staf pengajar UI ini.Namun ia tetap memberi poin positif atas upaya kampanye KPK yang dinilai tepat dalam meraih target audience yakni generasi muda. Karena, masih menurutnya, materi kampanye yang dilancarkan selama ini telah mengenai sasaran."Dalam jangka panjang, harus ada target sasaran seperti budaya malu dikalangan remaja. Jadi bagaimana generasi muda menjadi malu ketika, misalkan, memakai mobil mewah tetapi dengan sumber yang tidak jelas. Materi iklan selama ini telah tepat," timpal dia.Dalam hari-hari terakhir, kampanye antikorupsi terus digalakan lewat koran, televisi dan radio. Biaya kampanye ini diakui KPK mencapai miliaran rupiah yang diambil dari APBN dan lembaga donor asing. (Ari/fjr)


Berita Terkait