SBY Jangan Ragu-ragu Lakukan Reshuffle
Jumat, 01 Des 2006 17:03 WIB
Jakarta - Desakan reshuffle kabinet merebak lagi. Presiden SBY diminta tidak ragu-ragu mengganti para menterinya yang dinilai berkinerja buruk."Jangan me-reshuffle secara ragu-ragu atau karena desakan parpol tertentu," ujar Sekjen PDIP Pramono Anung.Hal ini disampaikan dia dalam diskusi publik "Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan SBY, Reshuffle Kabinet Sejauhmana Efektivitasnya" di Jakarta Media Center, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (1/12/2006).Menurut Pramono, banyak menteri-menteri di kabinet yang kini sibuk melakukan lobi ke sana-sini untuk kepentingannya sendiri, bukan untuk kepentingan masyarakat.Sementara Wasekjen DPP Golkar Priyo Budi Santoso membantah Golkar memiliki deal-deal politik dengan pemerintah terkait reshuffle."Sampai saat ini tidak ada deal-deal politik. Kita menyadari bahwa itu sepenuhnya wewenang presiden," tegas dia.Golkar, imbuh dia, tidak boleh merasa ge-er dengan mengusulkan nama-nama, padahal presiden belum tentu mengajak Golkar.Apa Golkar sudah siapkan nama? "Secara khusus belum, karena kami punya tokoh-tokoh, baik yang tua maupun muda. Tapi kami serahkan pada wewenang presiden untuk memutuskan. Yang jelas kalau reshuffle jangan ragu-ragu," ujar Priyo.
(umi/sss)











































